CERITA DAN SEJARAH

Angkatan Pertama

Semua cerita indah yang tergores berawal dari angkatan  tertua 2006, yaitu PBSB angkatan pertama di ITS Surabaya. Sebanyak 40 orang mengawali perjalanan CSS MoRA ITS di kampus ITS ini. Dengan pimpinan atau komting angkatan bernama Helvea Rezano atau akrab disapa Mas Gori.  Namun karena tidak memenuhi persyaratan lolos matrikulasi, maka akhirnya 1 orang harus dipulangkan. Sehingga jumlah total mahasantri hanya sebanyak 39 orang. Tentunya  PBSB 2006 di awal masuknya masih belum memiliki organisasi yang mewadahi segala aspirasi serta keinginan dari para anggota, kegiatannya masih berkisar pada kegiatan tanpa konsep pasti. Hanya belajar bareng untuk matrikulasi, kumpul-kumpul bareng, ngopi, rujakan, dan lain sebagainya.

Pada 19 Mei 2007, akhirnya terbentuklah organisasi yang mewadahi mahasiswa-mahasiswa yang berbasis pesantren ini. Organisasi ini dinamakan HadITS yaitu Himpunan Anak Depag  ITS. Secara ringkas, pertama kali organisasi HadITS yang terbentuk ini memiliki susunan kepengurusan sebagai berikut: diketuai oleh Helvea “ Gori” Rezano (Sistem Informasi ‘06), dan membawahi 4 departemen yaitu Keilmiahan(lahirnya majalah Istiqomah), Syiar, Humas (Hubungan Masyarakat), dan Kesma (Kesejahteraan Mahasantri).

Angkatan Kedua

Kemudian seiring berjalannya waktu, datanglah PBSB angkatan kedua (2007) sebanyak 60 orang. Setelah satu tahun kepengurusan terlewati, estafet kepengurusan akhirnya dilanjutkan kepada kepengurusan baru yang  diketuai oleh Imam Trio Utomo (Teknik Mesin ‘07) yang juga memiliki 4 departemen yang tidak berbeda dari kepengurusan sebelumnya. Yaitu kepengurusan CSS 2006 lalu.

Pada kepengurusan Imam inilah mulai lahir forum-forum resmi seperti forum El-Hibr yang menaungi bidang jurnalistik serta sastra, forum Clacketty Clack yang menaungi bidang pengembangan bahasa asing khususnya bahasa inggris, dan lain-lain. Kepengurusan ini juga mampu memperlihatkan eksistensinya, terbukti dengan pemberian dana yang dibilang cukup minim yaitu 5 juta rupiah. Mereka telah mampu menciptakan program kerja yang sudah cukup besar , yaitu kegiatan PETIK(pelatihan jurnalistik).

Angkatan Ketiga

Cerita terus berlanjut pada tahun selanjutnya. Pada Juni 2008, kemudian datang angkatan ketiga yaitu Angkatan 2008 sebanyak 60 orang. Setahun kepengurusan Imam, kepengurusan selanjutnya diserahkan kepada kepempinan Ahmad Zahid Ali (Teknik Industri ‘07).

Agak berbeda dari sebelumnya, kepengurusan tahun ini mengalami peningkatan jumlah departemen.  Kepengurusan yang sebelumnya hanya memiliki 4 departement, pada tahun ini bertambah menjadi 6 departemen yang juga sudah mulai terorganisir dengan semakin baik. Departemen-departemen tersebut antara lain yaitu PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasantri), Dagri (Dalam Negri), Humas (Hubungan Masyarakat), Syiar, P&K (Pendidikan dan Keilmiahan), dan IMB (Informasi, Minat, dan Bakat). Dengan merombak struktur kepengurusan, dari yang awalnya 4 departemen menjadi 6 departemen. Memang, kata sang empunya kepengurusan,  kepengurusan Zahid ini memiliki ekspektasi yang cukup tinggi untuk CSS MoRA ITS. Hal tersebut terlihat dari program-program yang telah diusung seperti forum diskusi jurusan, Pelatihan Manajerial Kegiatan (PMK), Pekan Ilmiah Santri (PIS), dan lain-lain. Kepengurusan ini juga melahirkan sebuah proker unggulannya sampai saat ini yaitu OSPEN, Olimpiade Sains Pesantren.

Angkatan Keempat

Selanjutnya pada Juni 2009, datanglah 70 santri ke ITS. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya,  kepengurusan CSS MoRA ITS akhirnya dilanjutkan oleh kepengurusan baru yang dipimpin oleh Darmawan Rasyid Hadi Saputra (Teknik Mesin ’08).

Ada sedikit perubahan fundamental yang terjadi pada kepengurusan tahun ini yaitu peleburan 2 departemen di kepengurusan sebelumnya yang pada tahun ini menjadi satu departemen yakni departemen Kesma. Darmawan sendiri membawahi 5 departemen, yaitu PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasantri), Dagri (Dalam Negeri), Humas (Hubungan Masyarakat) , Kesma ( Kesejahteraan Mahasantri), dan Syiar. Proker unggulannya yakni Abdi Pesantren. Yaitu sebuah kegiatan yang digunakan untuk melatih para mahasantri dalam menghadapi dunia pengabdian yang tentunya akan dijalani setelah lulus dari PTN.

Selain Abdi Pesantren, kepengurusan Darmawan ini juga memberikan inovasi pada kegiatan OSPEN. Kegiatan itu bermetamorfosa menjadi OSSPEN (Olimpiade Sains dan Seni Pesantren). Sehingga kegiatan tak hanya memusatkan pada bidang sains, namun dapat diiringi pula dengan jiwa seni yang membuncah.

Angkatan Kelima

Untuk angkatan kelima (2010), Kemenag RI mengirimkan 60 santri ke kampus perjuangan  ITS ini. Selanjutnya dengan mengikuti instruksi dari nasional untuk penyeragaman, pada bulan maret 2010 kepemimpinan Darmawan dilanjutkan oleh Ulir Rohwana (Matematika ‘09). Juga dengan melebur 2 departemen di kepengurusan sebelumnya menjadi satu departemen. Ulir membawahi 4 departemen, yaitu Dagri (Dalam Negri), Humas (Hubungan Masyarakat), Kesma (Kesejahteraan Mahasantri), dan Syiar.

Angkatan Keenam

Hingga akhirnya tahun terbaru ini, yaitu tahun 2011. Sebanyak 39 santri dikirimkan ke kampus perjuangan ini sebagai generasi ke enam CSS MoRA ITS yang akan melanjutkan kepemimpinan selanjutnya, membawa CSS MoRA ITS yang visioner, berkontribusi, berjiwa kepemimpinan yang amanah, berkomitmen, inovatif, jenius dan menjunjung tinggi etika.

Angkatan Ketujuh

Sebanyak 35 Santri telah dinyatakan diterima program PBSB Kementrian Agama RI 2012 untuk melanjutkan studi mereka di Perguruan Tinggi ITS Surabaya ini dan menjadi generasi ketujuh dari CSSMoRA ITS. Dengan mengembang kepenggurusan CSSMoRA ITS selama 2 periode kepenggurusan sekaligus diakibatkan karena tidak adanya program PBSB di ITS dan Perguruan Tinggi Negeria yang lain pada tahun 2013.

Angkatan Kedelapan

Setelah program PBSB di ITS vakum selama satu periode, akhirnya program ini dilanjutkan kembali pada tahun 2014. Dan setelah ditunggu-tunngu akhirnya keanggotaan CSSMoRA ITS akhirnya bertambah kembali setelah diutusnya 20 santri program beasiswa PBSB kementrian Agama RI untuk study di ITS Surabaya.

Angkatan Kesembilan

Jika pada tahun sebelumnya jumlah santri yang menerima beasiswa program PBSB Kementrian Agama RI di ITS Surabaya mengalami penurunan, namun akhirnya pada tahun 2015 ini alhamdulillah jumlah santri yang diterima kembali bertambah, total ada sebanyak 25 santri terpilih dinyatakan terpilih untuk melanjutkan studi di ITS Surabaya.

Angkatan Kesepuluh

Pada tahun angkatan kesepuluh ini, jumlah santri yang diterima di ITS Surabaya melalui program PBSB Kementerian Agama RI kembali mengalami penurunan. Total ada sebanyak 15 santri dari berbagai daerah yang terpilih menjadi anggota baru keluarga CSSMoRA ITS.