PENGAJIAN KITAB RISALATUL MUAWWANAH

Pengajian Kitab Risalatul Muawwanah

Oleh : Ustadz Agus Zainal Arifin

Ketika akan memulai sesuatu hendaknya kita memulainya dengan bacaan basmalah. Mau apa saja usahakan pamitan kepada Allah yaitu dengan mengucapkan basmalah. Karena kalau kita mengatasnamakan Allah maka akan dibukakan jalan oleh Allah. Allah memberikan hidayah terhadap orang yang di kehendakinya. Kita usaha itu untuk menjadi perantara namun bukan menjadikan sebab hal tersebut akan terwujud karena sesungguhnya sesuatu tersebut itu bisa terwujud hanya atas izin Allah. Kalau kalian lupa untuk mengucapkan basmalah diawal perbuatan maka kalau sudah ingat bacaalah “bismillahi fi awwalihi wa akhirihi”. Dan usahakan agar tidak memulai sesuatu kebiasaan kecuali dengan niat yang baik. Karena suatu hal yang mubah apabila kita niatkan dengan niat yang baik maka akan bernilai ibadah untuk kita. Selain mendapat pahala hal tersebut juga dapat memberikan kita motivasi karena niatan kita adalah karena Allah dan juga agar kita tidak dijadikan sedih ketika gagal dan sombong jika berhasil. Contoh sederhana adalah ketia kita memakai baju kita niatkan untuk Allah untuk menutup aurat karena menutup aurat adalah perintah dari Allah. Usahakan memakai sesuatu  dari yang sebelah kanan dan saat ketika melepas mengakhirkan yang kanan. Dan mengangkat sarung dan baju sampai pertengahan tulang kering agar pakaian tersebut tidak melampaui mata kaki kecuali kalau perempuan maka tidak apa-apa. Dan juga usahakan agar panjang lengan tidak melewati ujung jari dan juga jangan sampai berlebihan. Dan juga kita tidak boleh memiliki baju yang melebihi kebutuhan kita serta harganya tidak berlebihan. Minimalnya sebuah pakaian adalah yang tidak sampai membuka aurat atau kalau membuka sedikit aurat itu hanya karena ada hajat. Dan kalau memang ada hajat untuk membukanya  maka kita harus mengucapkan “Bismillahilladi laa ilahaillahu” dan bacalah “alhamdulillahilladi kasani hada warzaqnihi min wa ghoirihi minni wala quwwatin” ketika hendak memakainya kembali. Kita berdo’a ketika memakai pakaian maupun membukanya seyogyanya adalah mengucapkan terima kasih karena telah diberi pakaian oleh Allah. Dan di antara kesunnahan berpakaian adalah dengan memakai sorban namun tidak disunnahkan untuk membesarkan dan melebarkanya. Jadi pakailah pakaian yang menutup aurat dan tidak berlebihan dalam memakainya serta mengutamakan niat hanya kepada Allah SWT.

Pengajian Kitab Risalatul Muawwanah

Kewajiban mengetahui hukum dari suatu perkara

 

Semua ilmu di dunia ini pada dasarnya adalah milik Allah, maka janganlah kalian mengkotak-kotakkan ilmu. Pada era saat ini sering sekali terdengar perkataan yaitu “buat apa belajar ilmu seperti itu toh itu tidak akan ditanyakan oleh para malaikat”. Ungkapan semacam itu seolah membuat ilmu tersebut terbagi menjadi dua yaitu ilmu agama(ilmu Allah) dan ilmu non agama. Padahal semua ilmu yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT. karena Allah lah yang menciptakan ilmu-ilmu tersebut.

Dalam menuntut ilmu seringkali kita menemui banyak masalah dan dan kesusahan. Saat menemui masalah tersebut maka bersyukurlah karena dengan dengan adanya masalah tersebut akan memperkuat pundakmu untuk masalah-masalah yang ditemui di masa depan yang akan datang. Belajarlah sebanyak-banyaknya karena semakin banyak belajar maka kita akan tahu prioritas dan dapat memilah mana yang akan kita lakukan terlebih dahulu. Dan juga perbanyaklah berperan di masyarakat untuk melatih softskill.

Pada zaman sekarang ini banyak masyarakat yang cenderung lari dari kewajiban, contohnya adalah seperti orang miskin yang tidak mau bersedekah dengan dalih tidak punya harta untuk di sedekahkan padahal sedekah bisa dilakukan dengan banyak cara salah satunya adalah dengan menyumbangkan tenaga untuk menolong sesama. Ketahuilah bahwa dalih adalah dalil untuk modus yang sering di gunakan masyarakat saat ini. Dan masyarakat saat ini juga punya masalah hubbuddunya yaitu sering mengorbankan kesehatan mereka di masa muda demi uang padahal hal tersebut bisa jadi boomerang untuk mereka ketika tua.

 

Wajib bagi kita untuk mengetahui bagaimana tata cara dalam melakukan sesuatu yang wajib. Misalnya saat kita telah mencapai baligh, maka kita wajib untuk mengetahui makna dari dua kalimat syahadat, kewajiban akan sholat lima waktu dan apa yang wajib dari sholat tersebut  seperti rukun dan hukumnya. Dan waib pula bagi kita untuk mengetahui wajibnya puasa, zakat, haji dan lain sebagainya yang wajib. Juga wajib bagi kita untuk mengetahui yang haram sebagaimana kita wajib mengetahui perkara yang wajib, contohnya adalah berzina, meminum khamr, dan mengambil harta orang lain tanpa restu orang tersebut, dan lain sebagainya. Akan tetapi  kita tidak diwajibkan untuk mengetahui tatacara melakukan puasa kecuali memasuki bulan ramadhan dan tatacara haji kecuali mampu untuk pergi haji. Demikian juga untuk zakat, kita tidak diwajibkan mengetahui tata caranya kecuali kita sampai pada nishab dan waktunya.

Semua yang diharamkan dan diwajibkan atas kita hampir semuanya telah kita ketahui bersama dan tidak ada yang disembunyikan terkait itu. Tetapi meskipun kita telah mengetahui  hukum, kita juga perlu untuk berinteraksi kepada para alim ulama. Dan meniru apa yang mereka amalkan dan menjauhi apa yang mereka tinggalkan. Namun pada zaman sekarang ini kita akan sulit untuk menemukan orang alim yang benar-benar melakukan suatu ibadah dengan ilmunya. Maka dari itu kita perlu memilah mana yang baik untuk diikuti dan yang tidak, bila perlu sekalian bertanya tentang hukum melakukan hal tersebut dalam Islam.

Sebenarnya untuk mempelajari itu semua(perkara fardhu dll) kita tidak harus membutuhkan waktu yang lama karena hal tersebut akan membuat kita susah. Dengan duduk bersama dan belajar langsung dengan ulama satu jam atau dua jam itu sudah cukup untuk mendapatkan ilmu tersebut. Sebagaimana pernah terjadi pada zaman dahulu, ketika ada seorang arab badui yang mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta di ajari tentang agama. Padahal pada saat itu Rasulullah sedang berkhutbah di atas mimbar. Coba  yang di datangi pada saat itu bukann Rasulullah pasti akan langsung marah terhadap orang tersebut. Namun dengan kelembutan dan akhlaknya yang mullia Beliau turun dari mimbar dan dengan sabar mengajari orang badui tersebut tentang apa-apa saja yang ingin ia ketahui. Setelah puas dengan jawaban dari Rasulullah badui tersebut pergi dan Rasulullah pun kembali naik ke mimbar untuk menyempurnakan khutbah yang sempat tertunda tadi.

Saat seseorang ingin selamat di dunia dan di akhirat maka wajib baginya mengerjakan sesuatu dan tidak melakukannya kecuali telah mengetahui hukum Allah tentang sesuatu tersebut. Hukum-hukum tersebut yaitu wajib, sunnah, mubah atau haram. Dan secara umum orang mukmin itu terbagi menjadi dua bagian yaitu orang awam dan orang khusus. Yang termasuk orang awam adalah mereka yang terkadang meninggalkan hal yang wajib dan mengerjakan yang haram. Dan juga mereka tidak menjaga amalan sunnah serta terkadang berlebihan dalam melaksanakan yang mubah. Hal terbaik yang harus mereka lakukan adalah meminta ampun kepada Allah SWT. Adapun orang khusus adalah mereka yang mengerjakan kewajiban dan meninggalkan yang haram setiap saat. Dan mereka juga menjaga amalan sunnah dan menyedikitkan amalan mubah yang hanya mereka lakukan dalam rangka untuk mendukung menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

RANGKUMAN NGAJI KITAB TANBIHUL GHOFILIN BULAN SEPTEMBER

Bab Adzab Kubur

Pada zaman dulu ada seorang laki-laki penduduk Madinah yang memiliki saudara perempuan di Madinah namun berbeda tempat dengan laki-laki tersebut. Suatu hari saudarinya tersebut sakit dan laki-laki tersebut pergi untuk menjenguknya. Tak beberapa kemudian wanita tersebut meninggal. Segala keperluan untuk jenazah perempuan tersebut di siapkan oleh saudara laki-lakinya dan juga mengantarkannya ke makam. Setelah selesai memakamkan laki-laki tersebut kembali ke kaluarganya. Dan dia baru ingat bahwa dia melupakan bungkusan yang dibawanya ke makam saudarinya.  Kemudian dia meminta tolong kepada temannya untuk mengantarkannya ke makam tadi. Lantas berangkatlah mereka berdua kesana. Sesampainya di sana dia kemudian menggali makam tersebut dan menemukan bungkusannya. Kemudian dia menyuruh temannya untuk menyingkir karena dia ingin melihat keadaan saudarinya. Dia melihat ada api yang keluar dari liang lahat tersebut dan dia bergegas meratakan makamnya. Kemudian dia kembali kepada ibunya dan bertanya tentang apa yang dilakukan saudarinya ketika hidup. Ternyata ketika hidup perempuan itu sering melalaikan sholat dan ketika sholat bersucinya kurang sempurna serta saat dia bertamu kepada tetangganya dia kurang sopan dan yang terakhir dia sering melakukan adu domba. Itulah sebab-sebab ia mendapatkan adzab kubur. Jika kalian ingin selamat dari adzab kubur maka salah atunya adalah dengan menghindari adu domba.

Jika ditanya seorang muslim di alam kubur maka bersaksilah dia bahwa tiada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah. Allah telah menyiapkan keistimewaan kepada orang yang beriman terhadap apa yang di tetapkan di alam akhirat. Ketetapan itu terbagi menjadi  3 tempat, yaitu pada saat bertemu malaikat maut(sakaratul maut), saat ditanyai malaikat munkar nakir dan yang terakhir pada saat yaumul hisab. Ketetapan yang pertama ketika bertemu malaikat maut dimana Allah memberikan 3 keistimewaan untuk orang mukmin yaitu terhindar dari kufur, pertolongan istiqomah sampai ruhnya keluar dalam keadaan Islam dan yang terakhir malaikat memperlihatkan tempatnya di surga. Ketetapan yang kedua yaitu  ketika berada di alam kubur dimana Allah juga memberikan tiga keistimewaan kepada orang mukmin, yaitu mengajari tentang apa yang akan ditanyakan oleh munkar nakir, menghilangkan ketakutan dan kebingungan dan memperlihatkan tempatnya di surga. Dan ketetapan yang ketiga yaitu pada saat berada di yaumul hisab dimana Allah telah memberikan keistimewaan yaitu Allah menolong memudahkan pertanyan terhadap apa yang ditanyakan kepadanya, memudahkan hisabnya dan memberikan maaf terhadapnya. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Allah memberikan 4 keistimewaan yaitu pada saat akan meninggal diberi kemudahan, ketika di alam kubur tanpa rasa takut, pada saat melewati jembatan sirotul mustaqim dengan secepat kilat dan pada sat yaumul hisab. Dan untuk di alam kubur ada perbedaan antara para ulama tentang siapa yang di tanya. Sebagian ulama mengatakan pertanyaan itu ditujukan kepada ruh bukan jasad. Dimana ruh itu masuk kembali pada jasad tersebut tepat di dada nya dan di dalam riwayat lain dikatakan bahwa ruh itu berada diantara jasad dan kain kafan. Dan dalam setiap riwayat tersebut berasal dari atsar sahabat dan hadist shahih menurut ahlul ilmi.

Para alim ulama telah menetapkan pertanyaan-pertanyaan kubur dan tanpa menghiraukan mekanismenya. Ada yang mempercayai  tentang adanya pertanyaan kubur da nada yang mengingkarinya.Dan sesungguhnya pengingkarannya ini tidak lain merupakan salah satu dari dua tipe orang. Yang pertama mengatakan hal itu tidak masuk menurut jalan akal dan yang kedua  berkata bahwa masuk akal tetapi tidak di tetapkan. Dan jika berkata ini tidak sesuai dengan jalan akal maka ucapanya itu mengingkari dan membatilkan mukjizat kenabian. Dan pengingkaran ini membuatnya keluar dari islam dari segala macam caranya masuk islam. Ketika orang tersebut berkata ini sesuai dengan jalan akal tetapi ucapannya belum di tetapkan oleh Allah maka para ulama telah meriwayatkan dari beberapa khobar yang sudah mencukupi untuk orang yang mendengarkannya. Dan di dalam kitab Allah ta’ala terdapat  dalil mengenai permasalahan ini. Allah SWT berfirman “Dan barang siapa berpaling dari mengingat-Ku niscaya maka sesungguhnya baginya ada kesusahan yang menyulitkannya dan kami akan menggiringnya di hari kiamat dalam keadaan buta”.

Para ahli fiqih meriwayatkan dari Said bin Musid, Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda ketika seorang mukmin masuk ke liang lahad datanglah kepadanya dua malaikat kubur kemudian mendudukkannya di dalam kuburnya dan keduanya bertanya kepadanya dan sungguh dia masih mendengar tapak kaki orang orang yang mengantarkan jenazahnya, dan maka kedua malaikat itu berkata siapa tuhanmu, apa agamamu dan siapa nabimu dan kemudian mukmin itu menjawab Allah tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad nabiku. Lalu sang malaikat berkata lagi Allah telah menetapkanmu maka tidurlah dengan pulas.

Jadi maksud riwayat di atas, bahwa Allah menetapkan kepada manusia perkataan-perkataan yang hak kepada orang mukmin dan menyesatkan orang-orang dholim yang tidak di tolong dan mereka tidak di tolong dengan perkataan yang benar. Dan ketika orang-orang kafir masuk ke alam kubur dan di tanyai dengan pertanyaan yang sama maka orang kafir tersebut berkata tidak tahu. Kemudian malaikat memukulnya dengan gada yang suaranya terdengar hingga ke sekitarnya kecuali manusia dan jin.

Sebagai orang mukmin kita harus percaya bahwa apa yang dinamakan adzab kubur itu benar adanya dan juga percaya tentang adanya pertanyaan-pertanyaan kubur. Maka selalulah berbuat dalam kebaikan agar selamat di dunia dan akhirat.

SALAM 2017

“SALAM 2017: Tanam Kebersamaan, Hasilkan Persaudaraan”
“Tak kenal maka tak sayang” kalimat pasaran yang sering digunakan sebagai basa-basi untuk membuka sebuah sesi perkenalan. Menurut teori “Love at the first sight” memang tidak harus terlebih dahulu mengenal untuk akhirnya sayang, namun untuk membangun suatu hubungan yang baik dan bertahan lama memang alangkah baiknya saling mengenal satu sama lain, tidak terkecuali untuk Mahasantri Baru CSSMoRA ITS 2017. Bertepatan pada tanggal 26-27 Agustus 2017 Kemarin, CSSMoRA ITS menyelenggarakan sebuah acara bernama “SALAM” yang mengangkat tema “Tanam Kebersamaan Hasilkan Persaudaraan”. Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya ini bertujuan untuk menyambut Mahasantri Baru CSSMoRA ITS dan sebagai sarana bagi Anggota CSSMoRA ITS untuk bersilaturrahmi dan saling mengenal terutama dengan keluarga barunya. Sesuai dengan temanya, dengan kebersamaan yang ada diharapkan kedepannya akan terjalin persaudaraan yang erat.
Rangkaian acara pada SALAM didesain agar para Anggota CSSMoRA ITS dari berbagai angkatan dapat berbaur sehingga dapat meingkatkan rasa persaudaraan diantara Anggota CSSMoRA ITS. Setelah dibuka dengan pembacaan ayat suci al-qur’an serta menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars CSSMoRA acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Setelah melaksanakan pre-test selanjutnya Mahasantri Baru CSSMoRA ITS mendapatkan materi tentang ke-CSSMoRA-an oleh Ketua CSSMoRA ITS periode 2015/2016 dan dlanjutkan dengan materi kepengurusan CSSMoRA ITS oleh Ketua Umum CSSMoRA ITS periode sekarang. Masuk pada acara inti yaitu FGD ( Focus Group Discussion) per fakultas, disini dibentuklah kelompok-kelompok sesuai dengan fakultas yang ada. Dengan adanya FGD ini dapat menjadi sarana bagi Mahasantri Baru untuk berdiskusi maupun menanyakan berbagai hal tentang perkuliahan maupun diluar perkuliahan kepada para seniornya yang telah terlebih dahulu merasakan pahit getir berjuang di kampus perjuangan ITS. Di tengah acara ada pula penampilan dari teater SUKET CSSMoRA ITS yang menampilkan sebuah drama bertemakan perkuliahan yang dibalut dengan genre horror komedi. Rangkaian acara hari pertama ditutup dengan post-test untuk Mahasantri Baru CSSMoRA ITS 2017 dan dilanjutkan foto bersama.
Pada hari kedua SALAM acara diawali dengan senam dan jogging mengelilingi kampus perjuangan ITS, disini Mahasantri Baru diperkenalkan dengan lingkugan yang kurang lebih empat tahun akan menjadi rumah bagi mereka. Selanjutnya Mahasantri Baru dibagi menjadi empat kelompok berbeda untuk kemudian berkompetisi pada game yang telah disediakan panitia. Acara diakhiri dengan pemberian hadiah dan kenang-kenangan serta tidak lupa foto bersama. Dengan terselenggaranya acara salam selama dua hari kemarin, diharapkan terjalin rasa persaudaraan antar anggota CSSMoRA ITS. Sampai jumpa di SALAM tahun depan.