ABDI PESANTREN 2018

ABDI PESANTREN

Oleh : Afif Al Asyad

Absen atau Abdi Pesantren merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Mahasantri berprestasi CSSMoRA ITS. Dimana mahasiswa yang terjaring dalam lingkup PBSB Kementria Agama diwajibkan untuk mengabdi ke s pondok setelah lulus dan berjuang di Kampus pahlawan yang teretak di Sukolilo Surabaya ini. Abdi Pesantren ini dijadikan papan tolakan untuk bertolak dalam melangkah kedalam suatu pengabdian.

Kegiatan yang bertemakan “Semangat Abdi Pemuda Bangsa bagi negeri” ini dilakukan sebagai mestinya berkaitan dengan jadwal yang sudah ditentukan dan disepakati bersama. Tema ini berkaitan dengan jiwa pemuda yang masih berkobar. Semangat yang masih tinggi berapi api dan membara. Mengabdi yang menyangkut akan Tri Dharma perguruan tinggi, Pemuda adalah calon pemimpin masa depan, Bangsa yang merupakan satu kesatuan yang memiliki cita cita dan impiann yang sama, negeri suatu tempat bernaung yang mana Indonesia adalah negeri yang kita duduki saat ini. Pepatah mengatakan “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijungjung”. Mungkin itu arti singkat dari tema Abdi pesantren ini

Tahun ini, Abdi Pesantren dilaksanakan pada tanggal 23-24 Februari di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Yang mana Mahasantri CSSMoRA ITS mencoba untuk memenuhi permintaan dari pondok terkait dan mencoba merealisasikan dalam bentuk pelatihan. Adaopun pelatihan yang direalisasikan antara lain pelatihan robotika, Jibas, Sosmed, E-Learning, dan juga Desain. Alhamdulillah, Kebiatan berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam Pelatihan Robotika dikenalkan dan diajari bagaimana cara membuat suatu robot pengikut garis atau yang lebih dikenal dengan line tracer. Line Tracer yang dibuat dengan tipe analog ini terdiri dari beberapa komponen yang berkaitan dengan sistem pembuatannya. Tidak hanya itu, model kerangka robot ini dibuat secara lebih cantik dengan desain akrilik dan dilengkapi dengan pcb cetak. Selain itu dalam robot ini digunakan baterai Lipo yang mana bisa di isi atau di charging kembali ketika daya baterai itu habis. Dalam pelatihan  ini berhasil membuat 4 robot dari 5 robot yang direncanakan. Di mana satu robot gagal untuk berjalan dikarenakan komponen yang rusak sehingga tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.Desain, merupakan pelatihan yang berkaitan dengan poster dan yang lainnya. Pembuatan poster dilakukan di dua kelas yang mana dapat diaplikasikan secara langsung oleh peserta dalam laptop yang di bawa oleh peserta. Jibas atau yang dikenal dengan Jaringan Informasi Bersama antar Kelas, suatu pelatihan yang berkaitan dengan informasi yang bisa diakses oleh para guru. Sasaran dalam pelatihan ini diaplikasikan kepada para guru untuk mempermudah dalam pengaksesan dan juga membantu dalam hal kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya itu, Proses pemberian nilai dapat dipermudah dengan adanya jibas yang sudah di install oleh sekolah, yang mana kemaren dicoba untuk diaplikasikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang. Selain Jibas, di ajarkan pula tentang E-Learning untuk membantu belajar mengajar dalam hal pengumpulan tugas dan lain sebagainya. Dalam pelatihan social media ditargetkan kepada para siswanya bagaimana cara untuk mengolah social media yang baik dan benar, bagaimana cara menangani berita hoax, dan juga diaplikasikan dengan online  streaming.

Pengajian Kitab Risalatul Muawwanah Desember 2017

 

Hati-hati janganlah berpindah posisi fisik kecuali untuk sesuatu yang baik atau ada kebutuhan. Saat kita akan pergi ke suatu tempat, hendaklah difikir terlebih dahulu apakah itu tempat yang baik atau buruk untuk kita datangi. Biasanya saat masih muda seseorang tidak akan terlalu memikirkan tentang kebermanfaatan tempat yang dituju. Hal itu tidaklah terlalu masalah karena masa muda adalah tempat untuk menghabiskan jatah salah agar ketika dewasa sudah tidak melakukan kesalahan. Maka janganlah terlalu disesali ketika kita melakukan kesalahan, yang perlu dilakukan adalah memaafkan diri kita sendiri dan janganlah mengulangi kesalahan tersebut. Kembali ke pembahasan tadi dimana ketika kita mengetahui bahwa tempat yang akan kita tuju merupakan tempat yang tidak baik maka janganlah mendatanginya karena akan membuat kita mengalami perlambatan. Perlambatan yang dimaksud disini adalah perlambatan untuk menuju tingkat kehidupan yang lebih tinggi. Ketika kita mendapat suatu undangan juga harus kita telaah terlebih dahulu baik atau buruk. Kalau undangan tersebut mengarah kepada suatu keburukan maka kita tidak tidak perlu mendatanginya agar kita tidak merugi. Kerugian yang paling jelas terlihat adalah rugi masalah waktu, dimana waktu yang bisa kita gunakan untuk menjalin hubungan dengan orang lain atau sesuatu yang bermanfaat lainnya malah kita gunakan untuk mengerjakan sesuatu yang kurang bermanfaat. Dan ketika hendak bepergian janganlah lupa untuk mengucapkan basmalah untuk pamitan kepada Allah. Apabila kita masih mengalami kesalahan meskipun telah berpamitan kepada Allah maka itu adalah jatah salah yang dimaksudkan di atas tadi agar kita dapat mengalami percepatan bukan perlambatan. Salah satu contoh saat kita mengalami percepatan adalah saat kita masih kecil dimana kita dapat menghafal bahasa baru dalam waktu yang relatif sebentar. Coba kalau sekarang kita meniati untuk menghafal satu bahasa dalam waktu setahun maka akan sangat sulit untuk kita lakukan. Terkadang hal yang membuat kita mengalami perlambatan adalah karena pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan. Contoh adalah seorang murid yang menyukai suatu pelajaran kemudian berubah menjadi tidak suka karena pernah dipermalukan pada saat pelajaran tersebut. Sebagai manusia kita harus mempertimbangkan kemana kita mau pergi dan dengan siapa. Kalau tidak tahu maka tidur merupakan pilihan yang lebih baik untuk mengistirahatkan otak kita. Dan kalau kita tahu bahwa tempat yang kita datangi itu tidak baik namun kita memiliki suatu kebutuhan di sana maka tidak apa-apa kita mendatanginya.

Dan kalau mau bertindak hendaklah jangan terburu-buru karena kalau kita terburu-buru maka kita akan ketinggalan dalam hal mempertimbangkan. Terburu-buru itu berbeda dengan menyegerakan, kalau terburu-buru berarti kita melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang memadai. Sedangkan kalau menyegerakan masih melaui pertimbangan terlebih dahulu namun menghilangkan tahapan menunda.

Ketika kita berjalan janganlah menunjukkan kesombongan, karena orang yang sombong itu jauh dari rahmat Allah dan akan membuat orang ingin mengerjai kita. Kalau kita tawadlu’ meskipun kita melakukan salah maka akan mudah dimaafkan. Dan kalau benar jika kita sombong maka akan mengundang orang lain untuk mengerjai kita.

Janganlah membenci orang yang berjalan di depan kita dan juga jangan merasa senang ketika semuanya berjalan di belakang kita. Karena keduanya adalah termasuk akhlak dari orang yang sombong. Dan jangan suka menoleh apalagi ketika saat kita berjalan dan berada di depan karena hal tersebut akan membingungkan orang lain. Namun kalau ada perlu maka tidak apa-apa untuk menoleh. Namun ketika ada yang memanggil jangan hanya menoleh, tapi menghadaplah kepada orang yang memanggil untuk menunjukkan antusias terhadap orang yang memanggil. Dengan kita menunjukkan antusiasme maka akan membuat orang yang kita ajak bicara lebih memahami apa yang dibicarakan. Dan hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menghargai orang lain. Seseorang akan mencapai derajat yang tinggi apabila bisa menghargai orang lain atau biasa disebut memanusiakan manusia.

PENGAJIAN KITAB TANBIHUL GHOFILIN

Pengajian Ustadz Mahmud Musta’in

Tgl 25 November 2017

Kelak di hari kiamat manusia akan dikumpulkan dalam keadaan seperti baru dilahirkan oleh ibunya yaitu dalam keadaan telanjang dan tanpa memakai alas kaki. Mereka dikumpulkan jadi satu antara laki-laki dan perempuan. Namun meskipun dalam keadaan seperti itu, mereka tidak ada yang berbuat keburukan satu sama lain karena para manusia akan diam menatap ke langit selama 40 tahun tanpa makan dan  minum. Kemudian keluarlah keringat dari masing-masing manusia tersebut ada yang setinggi lutut, setinggi pinggang, kemudian setinggi perut dan kemudian ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya karena terlalu lamanya. Kemudian malaikat datang dan berdiri melingkari manusia-manusia tersebut. Kemudian Allah menyuruh malaikat agar memerintahkan para manusia tersebut untuk mengangkat kepala mereka sehingga keluar seorang nabi dari tempat yang mereka lihat. Setiap  orang yang memiliki suatu keburukan maka hal tersebut akan membuatnya susah di hari kiamat. Dan pada hari kiamat tidak ada dinar maupun dirham yang ada hanya amal-amal kebagusan. Dan di hari itu akan dikembalikan segala kejelekan sehingga berkuranglah amal kebagusannya. Dan tidak ada kesengsaraan yang akan melebihi kesengsaraan di hari itu. Tidak ada yang akan selamat kecuali orang yang di kehendaki oleh Allah.

Diriwatkan dalam suatu cerita bahwa dulu ada orang tua yang ketakutan tentang adanya yaumul hisam dan menggantungkan kepada anaknya dalam hari tersebut. Dan berucaplah bapak tersebut kepada anaknya, “bahwa sesungguhnya aku adalah bapakmu di dunia maka berikanlah sedikit kebagusan sebiji dzarroh karena itu akan menjadikan keselamatan bagiku“. Kemudian anaknya menjawab, “aku juga merasa merasa takut seperti halnya bapak dan aku tidak dapat membantu”. Setelah itu sang bapak pergi untuk menemui istrinya dan meminta hal yang sama. Dan sang istri pun menjawab hal yang sama dengan anaknya bahwa dirinya tidak bisa membantu sang bapak. Maka ketahuilah bahwasanya kita tidak bisa tolong-menolong ketika kita sudah sampai di akhirat. Kita hanya bisa membantu saat di dunia namun kita bisa menolongnya dengan membebaskan segala hal yang menjadi tanggungan orang tersebut. Meskipun itu memiliki hubungan keluarga kita tetap tidak bisa menanggung dosa dari keluarga yang lain. Salah satu yang bisa kita lakukan di akhirat adalah bersilaturrahmi dengan keluarga yang lain. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah bersabda sesungguhnya orang-orang kafir terbelenggu oleh keringatnya karena lamanya di neraka hingga pada suatu hari orang kafir tersebut meminta belas kasihan dari Allah. Dan di ceritakan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad itu selalu berdoa meminta  keselamatan untuk umatnya dan di jabahi oleh Allah. Doa-doa tersebut  tersimpan dan akan menjadi syafaat untuk umat Nabi Muhammad di hari kiamat. Semua orang berebut untuk mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad.

Di hari kiamat banyak sekali terdapat kesusahan dan di hari itu para manusia berbondong-bondong untuk mencari syafaat. Dan para manusia tersebut mendatangi Nabi Adam yaitu bapak dari seluruh umat. Mereka memohon untuk di berikan syafaat. Nabi Adam menjawab bahwa Beliau bukanlah orang yang berhak untuk memberikan syafaat karena Beliau pernah melakukan kesalahan sehingga dikeluarkan oleh Allah dari surga. Kemudian Nabi Adam menyarankan agar mereka mendatangi Nabi Nuh karena Nabi Nuh adalah utusan yang pertama.  Maka para manusia tersebut mendatangi Nabi Nuh untuk meminta syafaat darinya. Namun Nabi Nuh menjawab hal yang sama dengan Nabi Adam yakni Beliau bukanlah orang yang berhak memberikan syafaat karena Beliau merasa pernah melakukan kesalahan yang besar yaitu telah menenggelamkan seluruh manusia yang ada di bumi. Nabi Nuh kemudian menyarankan mereka untuk mendatangi Nabi Ibrahim karena Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Maka datanglah manusia-manusia tersebut kepada Nabi Ibrahim secara meminta syafaat darinya. Nabi Ibrahim juga merasa bahwa Beliau tidak berahak untuk memberikan syafaat. Nabi Ibrahim merasa pernah melakukan 3 kebohongan besar yaitu melihat bintang,  berbohong kepada raja Namrud dengan mengatakan bahwa patung yang besar telah merusak patung-patung yang kcil dan yang terakhir adalah Nabi Ibrahim berbohong kepada istrinya. Dan kemudian Nabi Ibrahim menyarankan untuk mendatangi Nabi Musa karena Nabi Musa adalah Nabi yang pernah diajak bicara Allah. Jawaban Nabi Musa pun sama yaitu merasa tidak berhak memberikan syafaat karena Beliau pernah pernah membunuh orang banyak tanpa hak. Nabi Musa menyarankan untuk mendatangi Nabi Isa karena Nabi Isa jadi kalamnya Allah. Dan Nabi Isa pun merasa tidak berhak untuk memberikan syafaat karena merasa bersalah sebab Nabi Isa dan ibunya dijadikan Tuhan oleh agama lain. Maka Nabi Isa pun menyarankan agar mereka mendatangi Nabi Muhammad karena Beliau adalah Nabi terakhir. Dan Mereka pun mendatangi Nabi Muhammad seraya meminta syafaat. Kemudian Nabi Muhammad menjawab bahwa Beliau mempunyai hak untuk memberikan syafaat atas izin dan ridho dari Allah. Dan Umatnya dan Muhammad berasal dari manusia yang paling awal hingga terakhir di yaumul hisab di hari kiamat.

PENGAJIAN KITAB RISALATUL MUAWWANAH

Pengajian Kitab Risalatul Muawwanah

Oleh: Ustadz Agus Zainal Arifin

Hendaklah kita apabila berbicara selalu berisikan tentang kalimat yang baik karena sesungguhnya sebuah kalimat yang haram untuk di ucapkan maka haram juga untuk didengarkan. Contohnya saja ketika kita berbohong itu haram maka haram juga bagi kita untuk mendengarkannya kecuali kita tidak sengaja mendengarnya maka hal tersebut tidak apa-apa. Dan kalau berbicara juga sebaiknya  berbicara dengan teratur(tartil) serta menjaga nada bicara(intonasi) karena banyak orang yang akan menjadi tidak paham ketika kita berbicara dengan tidak tartil dan tanpa mngatur nada bicara kita. Contohnya saja di Jepang, di sana banyak kata yang sama dalam hal pengucapannya namun berbeda artinya tergantung nada bicara kita saat mengucapkannya. Mengatur urutan kalimat yang kita ucapkan itu juga penting agar orang yang mendengarnya jelas. Memperhatikan ucapan orang yang berbicara juga termasuk hal yang penting meskipun apa yang di bicarakannya adalah hal yang tidak ingin kita dengar. Karena dengan menampakkan bahwa kita tidak mendengarkannya maka akan membuat orang yang berbicara itu sakit hati maka dari itu kita wajib mendengarkannya meskipun yang di bicarakannya itu kosong. Dan jangan memutus pembicaraannya walaupun kita mengetahui apa yang akan di sampaikannya. Namun kalau tidak sampai menyakitkan matinya maka itu tidak apa-apa. Karena terkadang banyak orang yang kesulitan untuk menyampaikan apa yang ingin dibicarakannya. Dalam hal ini kita boleh membantunya untuk menjelaskan apa yang diucapkannya yang berarti kita tidak termasuk dalam memutuskan pembicaraannya.  Dan kalau ada yang bertanya maka jawablah pertanyaan tersebut meskipun hal yang ditanyakan tersebut sudah pernah ditanyakan. Kecuali kalau itu pembicaraan yang berbahaya (yang dimurkai oleh Allah), salah satu cata memotong pembicaraan yang berbahaya tersebut adalah dengan mengallihkan pembicaraan agar yang kita potong pembicaraannya tidak merasa sakit hati. Dan juga berhati-hatilah jangan sampai masuk dalam pembicaraan orang lain(nimbrung) karena biasanya hal tersebut akan mengganggu orang yang sedang berbicara. Dan jangan kau nampakkan pada orang yang berbicara bahwa sesungguhnya apa yang dia bicarakan itu sudah kamu ketahui, namun tidak perlu sampai berbohong dan cukup dengan menghormatinya saja agar timbul rasa gembira di hatinya. Karena kalau yang demikian akan menyakiti hatinya dan kalau ada orang yang berbicara dengan pembicaraan yang tidak seperti itu ceritanya maka jangan memotongnya dengan berkata bukan seperti itu. Karena kita tidak boleh menyakiti hatinya meskipun dia salah, maka katakanlah bahwa seperti ini ceritanya. Terutama kalau hal yang dibicarakan itu berhubungan tentang hal agama maka kita harus membenarkannya dengan cara yang lembut. Dan kalau kau bicara dengan orang yang bodoh dalam artian orang yang tidak mau berfikir maka baik-baiklah supaya tidak sampai ada permusuhan dan tidak ada yang sakit hati.

Dan hati-hati jangan sampai kita melakukan hal yang tidak bermanfaat untuk kita dan juga janganlah sering sering bersumpah. Kalau terpaksa bersumpah maka hal yang disumpahkan itu adalah benar benar batul dan juga karena memang diperlukan contohnya saja ketika menjadi saksi. maka selain itu alangkah lebih baik kalau kita tidak bersumpah. Dan juga janganlah berbicara sesuatu yang bohong karena hal tresebut dapat membatalkan keimanan. Ketika kita melakukan suatu kebohongan akan membawa kita kepada sesuatu kebohongan yang lain.