Indahnya Bersikap Adil

Rangkuman Ngaji Kitab Risalatul Muawwanah bersama Pak Agus Zainal Arifin – 27 Agustus 2018

Hendaklah kita berbuat adil terhadap semua orang yang berada dalam manajemen kita. Berbuat adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya/ melakukan sesuatu secara proporsional. Oleh karena itu, kita harus bisa menyesuaikan sikap dan perbuatan kita terhadap tiap macam orang yang berbeda. Seperti memberi tahu sesuatu kepada anak kecil dan orang dewasa itu berbeda. Kita harus menjaga hubungan baik dengan siapapun, tidak boleh menyakiti kepada siapapun.

Rakyat (Yang berada dalam manajemen kita) itu ada 2: Rakyat Khusus dan Rakyat Umum. Rakyat Khusus adalah 7 anggota badan kita, yaitu mulut, telinga, mata, perut, kemaluan, tangan dan kaki. Kita harus menjaga supaya ketujuh anggota badan ini tidak melakukan kemaksiatan dan supaya digunakan untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Kita juga harus tahu bahwa ketujuh anggota badan ini adalah nikmat dari Allah dan kita harus mensyukurinya. Kita menjaga mulut dengan menghindari ucapan-ucapan yang buruk, menghindari menggosip dan berbohong. Kita menjaga telinga juga dengan menghindari percakapan yang buruk serta berita hoax. Kita menjaga mata dengan mengatur mana yang bisa kita lihat dan mana yang tidak boleh kita lihat. Kita menjaga perut dengan mengatur makanan yang masuk kedalamnya. Kita menjaga kemaluan dengan menjaga cara berperilaku kita terhadap lawan jenis serta menjaga aurat. Kita menjaga tangan dengan mengatur apa saja yang kita lakukan. Kita menjaga kaki dengan mengatur kemana saja kita bepergian, dari keperluan serta kepentingannya.

Rakyat Umum adalah siapapun yang Allah jadikan bagi kita hak untuk mengatur, yaitu anak, istri, dan budak. Wajib bagi kita menunjukkan tanggung jawab supaya mereka menjalankan apa yang fardhu bagi mereka yaitu ketaatan serta menjauhi apa yang diharamkan bagi mereka. Yaitu dengan menunjukkan mana yang benar, dan tidak mentolerir ketika mereka melakukan hal yang salah, serta tanamkanlah adab/etika yang baik

Pentingnya Mampu Membawa diri, Istiqomah dalam berdzikir, dan Mengetahui yang Diharamkan

Rangkuman Ngaji Kitab Risalatul Muawwanah bersama Pak Agus Zainal Arifin – 6 Juli 2018

Kesuksesan seseorang sangat tergantung pada bagaimana dia membawa diri. Pintar saja tidak cukup. Ada orang yang hanya mengandalkan kecerdasannya, tapi di manapun dia berada kecerdasan saja tidak akan membawanya ke kesuksesan, apalagi membawanya diterima di masyarakat. Banyak orang yang cerdas tetapi tidak beretika, sehingga di masyarakat diremehkan.

Banyak juga pemimpin dalam kognitifnya pintar mengatur strategi. Tetapi apabila dia tidak berakhlakul karimah. maka dia dapat mudah dikalahkan. Oleh karena itu memperkuat mental karakter itu sangat penting.

Memperkuat mental dan karakter tidak cukup lahiriyahnya saja tetapi juga batiniyahnya. Karena itu kalau kita hanya sekedar kuliah atau mengikuti pelatihan tanpa dibentuk dari batiniyahnya dengan meminta kepada Allah, maka tidak akan jadi. Karena yang disebut area batiniyah itu dapat disentuh karena sentuhan Allah. Dengan kelembutan-Nya seseorang bisa dekat dengan Allah.

Dzikir bukan untuk mengisi waktu. Dzikir bertujuan untuk mengantarkan kita lebih dekat kepada Allah.

Lakukanlah wirid secara istiqomah pada waktu tertentu. Karena istiqomah pada waktu tertentu itulah yang membuatnya disebut wirid. Apabila kita sudah mewiridkan sesuatu, maka akan mengantarkan kita dicintai oleh Allah. Amalan yang paling disukai oleh Allah adalah yang rutin, sekalipun sedikit.

Orang berdzikir akan membuat hatinya tenang, sehingga seringkali apabila kita berdzikir kita jadi cepat mengantuk. Pikiran tenang juga membuat memori terasah. Sehingga misal pikiran kita sedang gugup atau bingung, maka yang sudah dihafal biasanya mudah dilupakan. Sebaliknya kalau pikiran kita tenang, maka yang sudah lama dilupakan pun bisa teringat.

Ketahuilah apa yang diharamkan Allah, agar kita bisa menjauhinya. Karena sesungguhnya orang yang tidak mengenali yang jelek akan lebih mudah terjatuh kedalamnya. Ada kalanya lebih utama mencari apa yang harus dijauhi daripada mencari apa yang sebaiknya dilakukan, karena menjauhi kemudhorotan lebih utama daripada mendapatkan kemanfaatan.

Akhir-akhir ini ajaran agama semakin terabaikan. Orang-orang sudah malas membaca buku secara utuh. Padahal keinginan mengetahui sangat tinggi. Orang-orang cenderung beralih mencari tahu ke sumber yang tidak kredibel, seperti postingan di internet. Oleh karena itu orang yang belajar kepada ulama’ semakin sedikit.

Bagaimana kalau kita tidak tahu apakah sesuatu itu dilarang? Manusia memiliki hati. Dan hati ini tidak pernah bohong. Banyak orang-orang di luar negeri yang bukan islam, tetapi melaksanakan akhlakul karimah. Ini karena mereka menanyakan kepada hati mereka, sehingga mereka berkomunikasi secara manusiawi. Yang manusiawi inilah yang disebut dengan akhlak universal. Islam mendokumentasikan semua akhlak universal tersebut.

Sebenarnya mudah mengetahui apakah sesuatu itu dilarang. Apabila tidak cocok dengan hati kita maka itu dilarang. Hati kita bisa mengenali sesuatu itu jelek sudah dari awalnya. Tetapi itu bisa berkurang apabila kita sudah sering melakukan hal jelek tersebut. Semakin sering kita melakukan hal jelek terebut, semakin sulit kita mengenali kalau hal itu jelek.

Sebisa mungkin kita mengurangi hal-hal yang dapat mengganggu orang lain.  Dalam menjaga kehati-hatian kita, kemampuan dalam mengenali halal-haram dapat ditingkatkan dengan mengaji. Segala sesuatu yang bukan hak kita, meskipun halal, akan menjadi haram apabila kita ambil seenaknya.

Sebisa mungkin jangan meminta, karena meminta itu seperti menutup rizki kita sendiri. Sebisa mungkin juga jangan meminta tolong. Kalau meminta tolong ajari, masih sah-sah saja. Tapi itu ketika sudah mentok tidak bisa sehingga keadaannya menjadi dhorurot. Sebisa mungkin selalu berusaha untuk memberi, menolong, dan meminjami. Allah suka menolong orang yang gemar menolong orang lain.

Selamat Datang Mahasantri Baru ITS 2018

 

Hari ini, Senin tanggal 02 Juli 2018, para mahasantri baru ITS 2018 penerima beasiswa PBSB dari Kementrian Agama RI mulai melakukan kegiatan di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Hari ini, agenda yang mereka lakukan adalah melakukan Daftar Ulang sebagai Mahasiswa Baru ITS 2018. Daftar ulang tersebut dilaksanakan di BAPKM ITS dengan didampingi oleh para pengurus CSSMoRA ITS.

Sebelumnya, pada tanggal 04 Juni telah diumumkan para Mahasantri baru yang mendapatkan Beasiswa PBSB. Di ITS mendapatkan kuota sebanyak 15 mahasiswa. Berikut adalah nama-nama dan departemen dari masing-masing Mahasantri baru ITS 2018 :

1. Maulidatul Funna (Matematika)
2. Muhammad Hamzah Hafidzudin (Matematika)
3. Rizki Mahira Amalia (Sistem Informasi)
4. Nafchah Fudla Mukholladah (Sistem Informasi)
5. Zahran Syukri (Sistem Informasi)
6. Nuraini Huriyati (Statistika)
7. Yantriantama (Statistika)
8. Afifah Apriliani (Teknik Elektro)
9. Reza Amalia Haladi (TEknik Elektro)
10. Misbah Choirul Humam (Teknik Industri)
11. Adrian Fernanda Yuwono (Teknik Industri)
12. Ichsanul Aulia (Informatika)
13. Abdulatif Fajar Sidiq (Informatika)
14. M. Roid Farhan Hanafi (Informatika)
15. Siti Munawaroh (Informatika)

Lima belas orang tersebut telah dinyatakan diterima sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Selain itu, hari ini juga bertepatan pada acara pembukaan matrikulasi bagi mereka. Matrikulasi dapat dikatakan sebagai pemberian materi prakuliah bagi mereka. Kegiatan matrikulasi ini merupakan bentuk kerjasama pihak Kemenag, ITS dan juga CSSMoRA ITS. Pada tahun ini, ada beberapa materi yang akan diajarkan pada saat matrikulasi, diantaranya yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Komputer, dan Bahasa Inggris.

Kegiatan matrikulasi ini berlangsung dari hari Senin tanggal 02 Juli 2018 hingga hari Jumat tanggal 03 Agustus 2018. Kegiatan tersebut berlangsung 5 hari, mulai hari Senin sampai dengan hari Jumat. Diharapkan dengan adanya kegiatan Matrikulasi ini para Mahasantri baru akan menjadi modal yang sangat penting bagi mereka untuk melanjutkan jenjang pendidikan mereka di ITS ini kedepannya.

Terakhir, kami atas nama semua anggota CSSMoRA ITS mengucapkan selamat datang kepada para Mahasantri Baru 2018.
Selamat berkontribusi bagi CSSMoRA ITS, untuk ITS, dan Indonesia.

Tes PBSB, Perjuangan Dimulai

Prosesi seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) berlangsung hari ini di ITS. Pelaksanaan seleksi tersebut diselenggarakan di berbagai kampus di Indonesia selama 4 hari, yaitu mulai tanggal 14 sampai 17 Mei 2018. Dan di ITS mendapat bagian sebagai tempat pelaksanaan seleksi pada hari ini (Kamis, 16/5). Sejumlah santri dari berbagai daerah dari pagi tadi terlihat mulai memadati beberapa area di Kampus ITS untuk melaksanakan seleksi. Di tahun ini, ITS menjadi tempat pelaksanaan tes PBSB dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi 1 (mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB) dan sesi 2 (mulai pukul 12.45 sampai 18.00 WIB). Sistem dari pelaksanaan tes PBSB ini adalah menggunakan sistem Computer Based Test (CBT).

Tempat pelaksanaan di ITS sendiri tersebar diberbagai departemen, yaitu mulai dari Departemen Matematika, Statistika, Teknik Mesin, Teknik Elektro,  Teknik Fisika, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Arsitektur, Teknik Geomatika, Teknik Elektro Otomasi, Desain Interior, dan Desain Produk Industri. Tahun ini, untuk kuota penerimaan mahasantri di ITS mendapat bagian 15 orang, yang tersebar dalam 5 departemen, yaitu Departemen Matematika (2 orang), Statistika (3 orang), Teknik Elektro (2 orang), Teknik Industri (2 orang), Informatika (3 orang), dan Sistem Informasi (3 orang). Kuota tersebut turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 20 orang.

Pelaksanaan seleksi pagi ini adalah sebagai bentuk kerjasama antara pihak ITS, Kementerian Agama, dan CSSMoRA ITS. Para mahasantri di ITS penerima beasiswa santri dari Kementerian Agama yang tergabung dalam organisasi CSSMoRA ITS terlihat aktif membantu kegiatan seleksi ini, mulai dari proses penyebaran dan pemasangan banner hingga melakukan penjagaan ruangan seleksi. Persiapan terhadap kegiatan seleksi ini telah dilakukan oleh CSSMoRA ITS sejak jauh-jauh hari dengan dikoordinasikan langsung oleh Ketua CSSMoRA ITS yang baru, yaitu Ainul Imam.

Melalui tes ini merupakan gerbang awal bagi para calon mahasantri untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa ini. Seperti yang saya lansir dari website resmi PBSB Kementerian Agama RI, bahwa Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Bapak Ahmad Zayadi mengharapkan kontribusi positif dari para santri pada generasi milenial ini bagi dunia pesantren dan negeri ini. Hal tersebut dikarenakan pada masa saat ini sederet kebijakan pemerintah tidak lepas dari para santri yang ikut mewarnainya.

Melalui beasiswa ini, para mahasantri dapat lebih leluasa untuk menuntut ilmu diberbagai kampus di Indonesia. Dan juga, nantinya setelah mereka lulus akan memberikan dampak yang positif bagi pondok, masyarakat, maupun bangsa melalui karya dan pengabdian mereka.