Pentingnya Mampu Membawa diri, Istiqomah dalam berdzikir, dan Mengetahui yang Diharamkan

Rangkuman Ngaji Kitab Risalatul Muawwanah bersama Pak Agus Zainal Arifin – 6 Juli 2018

Kesuksesan seseorang sangat tergantung pada bagaimana dia membawa diri. Pintar saja tidak cukup. Ada orang yang hanya mengandalkan kecerdasannya, tapi di manapun dia berada kecerdasan saja tidak akan membawanya ke kesuksesan, apalagi membawanya diterima di masyarakat. Banyak orang yang cerdas tetapi tidak beretika, sehingga di masyarakat diremehkan.

Banyak juga pemimpin dalam kognitifnya pintar mengatur strategi. Tetapi apabila dia tidak berakhlakul karimah. maka dia dapat mudah dikalahkan. Oleh karena itu memperkuat mental karakter itu sangat penting.

Memperkuat mental dan karakter tidak cukup lahiriyahnya saja tetapi juga batiniyahnya. Karena itu kalau kita hanya sekedar kuliah atau mengikuti pelatihan tanpa dibentuk dari batiniyahnya dengan meminta kepada Allah, maka tidak akan jadi. Karena yang disebut area batiniyah itu dapat disentuh karena sentuhan Allah. Dengan kelembutan-Nya seseorang bisa dekat dengan Allah.

Dzikir bukan untuk mengisi waktu. Dzikir bertujuan untuk mengantarkan kita lebih dekat kepada Allah.

Lakukanlah wirid secara istiqomah pada waktu tertentu. Karena istiqomah pada waktu tertentu itulah yang membuatnya disebut wirid. Apabila kita sudah mewiridkan sesuatu, maka akan mengantarkan kita dicintai oleh Allah. Amalan yang paling disukai oleh Allah adalah yang rutin, sekalipun sedikit.

Orang berdzikir akan membuat hatinya tenang, sehingga seringkali apabila kita berdzikir kita jadi cepat mengantuk. Pikiran tenang juga membuat memori terasah. Sehingga misal pikiran kita sedang gugup atau bingung, maka yang sudah dihafal biasanya mudah dilupakan. Sebaliknya kalau pikiran kita tenang, maka yang sudah lama dilupakan pun bisa teringat.

Ketahuilah apa yang diharamkan Allah, agar kita bisa menjauhinya. Karena sesungguhnya orang yang tidak mengenali yang jelek akan lebih mudah terjatuh kedalamnya. Ada kalanya lebih utama mencari apa yang harus dijauhi daripada mencari apa yang sebaiknya dilakukan, karena menjauhi kemudhorotan lebih utama daripada mendapatkan kemanfaatan.

Akhir-akhir ini ajaran agama semakin terabaikan. Orang-orang sudah malas membaca buku secara utuh. Padahal keinginan mengetahui sangat tinggi. Orang-orang cenderung beralih mencari tahu ke sumber yang tidak kredibel, seperti postingan di internet. Oleh karena itu orang yang belajar kepada ulama’ semakin sedikit.

Bagaimana kalau kita tidak tahu apakah sesuatu itu dilarang? Manusia memiliki hati. Dan hati ini tidak pernah bohong. Banyak orang-orang di luar negeri yang bukan islam, tetapi melaksanakan akhlakul karimah. Ini karena mereka menanyakan kepada hati mereka, sehingga mereka berkomunikasi secara manusiawi. Yang manusiawi inilah yang disebut dengan akhlak universal. Islam mendokumentasikan semua akhlak universal tersebut.

Sebenarnya mudah mengetahui apakah sesuatu itu dilarang. Apabila tidak cocok dengan hati kita maka itu dilarang. Hati kita bisa mengenali sesuatu itu jelek sudah dari awalnya. Tetapi itu bisa berkurang apabila kita sudah sering melakukan hal jelek tersebut. Semakin sering kita melakukan hal jelek terebut, semakin sulit kita mengenali kalau hal itu jelek.

Sebisa mungkin kita mengurangi hal-hal yang dapat mengganggu orang lain.  Dalam menjaga kehati-hatian kita, kemampuan dalam mengenali halal-haram dapat ditingkatkan dengan mengaji. Segala sesuatu yang bukan hak kita, meskipun halal, akan menjadi haram apabila kita ambil seenaknya.

Sebisa mungkin jangan meminta, karena meminta itu seperti menutup rizki kita sendiri. Sebisa mungkin juga jangan meminta tolong. Kalau meminta tolong ajari, masih sah-sah saja. Tapi itu ketika sudah mentok tidak bisa sehingga keadaannya menjadi dhorurot. Sebisa mungkin selalu berusaha untuk memberi, menolong, dan meminjami. Allah suka menolong orang yang gemar menolong orang lain.

Selamat Datang Mahasantri Baru ITS 2018

 

Hari ini, Senin tanggal 02 Juli 2018, para mahasantri baru ITS 2018 penerima beasiswa PBSB dari Kementrian Agama RI mulai melakukan kegiatan di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Hari ini, agenda yang mereka lakukan adalah melakukan Daftar Ulang sebagai Mahasiswa Baru ITS 2018. Daftar ulang tersebut dilaksanakan di BAPKM ITS dengan didampingi oleh para pengurus CSSMoRA ITS.

Sebelumnya, pada tanggal 04 Juni telah diumumkan para Mahasantri baru yang mendapatkan Beasiswa PBSB. Di ITS mendapatkan kuota sebanyak 15 mahasiswa. Berikut adalah nama-nama dan departemen dari masing-masing Mahasantri baru ITS 2018 :

1. Maulidatul Funna (Matematika)
2. Muhammad Hamzah Hafidzudin (Matematika)
3. Rizki Mahira Amalia (Sistem Informasi)
4. Nafchah Fudla Mukholladah (Sistem Informasi)
5. Zahran Syukri (Sistem Informasi)
6. Nuraini Huriyati (Statistika)
7. Yantriantama (Statistika)
8. Afifah Apriliani (Teknik Elektro)
9. Reza Amalia Haladi (TEknik Elektro)
10. Misbah Choirul Humam (Teknik Industri)
11. Adrian Fernanda Yuwono (Teknik Industri)
12. Ichsanul Aulia (Informatika)
13. Abdulatif Fajar Sidiq (Informatika)
14. M. Roid Farhan Hanafi (Informatika)
15. Siti Munawaroh (Informatika)

Lima belas orang tersebut telah dinyatakan diterima sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Selain itu, hari ini juga bertepatan pada acara pembukaan matrikulasi bagi mereka. Matrikulasi dapat dikatakan sebagai pemberian materi prakuliah bagi mereka. Kegiatan matrikulasi ini merupakan bentuk kerjasama pihak Kemenag, ITS dan juga CSSMoRA ITS. Pada tahun ini, ada beberapa materi yang akan diajarkan pada saat matrikulasi, diantaranya yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Komputer, dan Bahasa Inggris.

Kegiatan matrikulasi ini berlangsung dari hari Senin tanggal 02 Juli 2018 hingga hari Jumat tanggal 03 Agustus 2018. Kegiatan tersebut berlangsung 5 hari, mulai hari Senin sampai dengan hari Jumat. Diharapkan dengan adanya kegiatan Matrikulasi ini para Mahasantri baru akan menjadi modal yang sangat penting bagi mereka untuk melanjutkan jenjang pendidikan mereka di ITS ini kedepannya.

Terakhir, kami atas nama semua anggota CSSMoRA ITS mengucapkan selamat datang kepada para Mahasantri Baru 2018.
Selamat berkontribusi bagi CSSMoRA ITS, untuk ITS, dan Indonesia.

Tes PBSB, Perjuangan Dimulai

Prosesi seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) berlangsung hari ini di ITS. Pelaksanaan seleksi tersebut diselenggarakan di berbagai kampus di Indonesia selama 4 hari, yaitu mulai tanggal 14 sampai 17 Mei 2018. Dan di ITS mendapat bagian sebagai tempat pelaksanaan seleksi pada hari ini (Kamis, 16/5). Sejumlah santri dari berbagai daerah dari pagi tadi terlihat mulai memadati beberapa area di Kampus ITS untuk melaksanakan seleksi. Di tahun ini, ITS menjadi tempat pelaksanaan tes PBSB dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi 1 (mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB) dan sesi 2 (mulai pukul 12.45 sampai 18.00 WIB). Sistem dari pelaksanaan tes PBSB ini adalah menggunakan sistem Computer Based Test (CBT).

Tempat pelaksanaan di ITS sendiri tersebar diberbagai departemen, yaitu mulai dari Departemen Matematika, Statistika, Teknik Mesin, Teknik Elektro,  Teknik Fisika, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Arsitektur, Teknik Geomatika, Teknik Elektro Otomasi, Desain Interior, dan Desain Produk Industri. Tahun ini, untuk kuota penerimaan mahasantri di ITS mendapat bagian 15 orang, yang tersebar dalam 5 departemen, yaitu Departemen Matematika (2 orang), Statistika (3 orang), Teknik Elektro (2 orang), Teknik Industri (2 orang), Informatika (3 orang), dan Sistem Informasi (3 orang). Kuota tersebut turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 20 orang.

Pelaksanaan seleksi pagi ini adalah sebagai bentuk kerjasama antara pihak ITS, Kementerian Agama, dan CSSMoRA ITS. Para mahasantri di ITS penerima beasiswa santri dari Kementerian Agama yang tergabung dalam organisasi CSSMoRA ITS terlihat aktif membantu kegiatan seleksi ini, mulai dari proses penyebaran dan pemasangan banner hingga melakukan penjagaan ruangan seleksi. Persiapan terhadap kegiatan seleksi ini telah dilakukan oleh CSSMoRA ITS sejak jauh-jauh hari dengan dikoordinasikan langsung oleh Ketua CSSMoRA ITS yang baru, yaitu Ainul Imam.

Melalui tes ini merupakan gerbang awal bagi para calon mahasantri untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa ini. Seperti yang saya lansir dari website resmi PBSB Kementerian Agama RI, bahwa Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Bapak Ahmad Zayadi mengharapkan kontribusi positif dari para santri pada generasi milenial ini bagi dunia pesantren dan negeri ini. Hal tersebut dikarenakan pada masa saat ini sederet kebijakan pemerintah tidak lepas dari para santri yang ikut mewarnainya.

Melalui beasiswa ini, para mahasantri dapat lebih leluasa untuk menuntut ilmu diberbagai kampus di Indonesia. Dan juga, nantinya setelah mereka lulus akan memberikan dampak yang positif bagi pondok, masyarakat, maupun bangsa melalui karya dan pengabdian mereka.

Ngaji Risalatul Muawwanah Maret

Pentingnya hari jum’at dianjurkan bagi yang bisa untuk mengosongkan kegiatan pada hari Jum’at dari seluruh kesibukan yang berbau duniawi. Hari jum’at ada suatu saat waktu yang ijabah dalam berdo’a. Hendaknya kita memiliki periode mingguan untuk evaluasi sendiri, Umat islam sudah disettingkan untuk waktu waktu tertentu diantaranya yang tahunan misalnya ada isra mi’raj, maulid nabi, nuzulul Quran. Keuntungan besar itu adalah momen, Momen penting untuk bisa melangkah maju ke depan. Banyak sekali momen yang terlewatkan. Alhamdulillah para ulama sudah mensetting momen momen tersebut. Hari jum’at digunakan untuk momen khusus mendekatkan diri pada Allah

Mengosongkan dari kegiatan bersifat duniawi, kalau menuntut ilmu tidak harus dikosongkan apalagi amanat seperti bupati. Jangan sekali kali membolos pada kuliah. Mempelajari bagaimana cara memprioritaskan yang benar benar prioritas. Jangan yang wajib ditinggalkan dan melakukan yang benar enar kesunahannya

Sebelum Jum’atan, Hendaklah lebih pagi menuju jum’atan, dan duduk dekat dengan mimbar. Dan harus diam selama sedang hutbah, dan hati hati sibuk sendiri berdziki, dzikir baik tetapi bukan pada tempatnya, apalagi main main bahkan mengingatkan teman dengan ucapan juga dapat dikatakan main main. Zaman sekarang, adalah ngupdate hidupnya, melihat social media ketiak jum’at, membaca brosur juga dianggat sebagai main main. Tetapi mendengarkan dengan khusyu bahkan ketiduran lebih baik karena tidak rermasuk dengan laghah(main main). Rasakan bahwa sesungguhnya kita yang ditunjuk  dan menjadi objek oleh khotib ketika khutbah tersebut. Sesudah sholat jum’atSedang dalam posisi duduk dan belum berbicara apapun dan belum berdiri bacalah fatihah, al ikhlas, al falaq, dan an nash masing masing tujuh kali.  Dan bacaan lain bacalah sesudah shalat Subhanallahil adziim seratus kali.

Hujan dulu diperbolehkan pas hari jum’at karena misalnya antara dulu jarak rumah dengan masjid itu jauh sekali daerahnya juga padang pasir. Sehingga ketika berangkat dan pulang perjalanan sulit. Nabi lebih menyayangi jamaahnya. Hari ini tidak ada hubungannya, disesuaikan dengan keadaan, tetap saja jum’atan walau tetap hujan.

Mengeluarkan zakat dengan hati senang dan bermaksud untuk meraih ridho Allah. Kelihatannya sepele tetapi dengan uang yang banyak maka kelihatan susah. Mengalahkan hawa nafsu . Bersegera untuk memisahkannya dengan apa yang dizakati. Dan hartamu diberi penjagaan dari segala macam bahaya. Efek dari shadaqah adak berkah yakni jayadatul Khoir bertambah, berlipat ganda.  Biasanya orang yang pelit susah mengeluarkan uang biasanya hidupnya sulit. Semua yang shadaqah biasanya disayang. Makin hari makin hari shadaqah mulai berkurang,  contohnya ada acara tingkepan. Walaupun kita tidak bercukupan kita harus shadaqah  juga tetap saja dibagi merata.

Hendaklah  membedakan harta yang ingin dizakati, hari hari meniru orang yang orientasi ke duniawian,  karena kita kurang menyadari berapa yang kita pisah nanti.  Dan janganlah mengurangi ngurangi harta agar tidak mencapai nisab. Unsur kesengajaan umumnya kita tamui, itu kurang baik.  Dan barang siapa yang mengubah ngubah dan menolak untuk menerima zakat, atau membagikan zakat seenaknya sendiri tidak sesuai dengan orang yang berhak menerima zakat. Kalau mau shadaqah kasihnya kepada orang yang pelit sebagai sarana pembelajaran dan melatih keikhlasan dan efeknya sangat besar, pahalanya diantaranyaa adalah menjauh dari siksa kubur. Bershadaqah ke orang pelit, menyambung kepada orang yang memusuhi, dan berbuat baik kepada orang yang menzhalimimu itu efeknya luar biasa. Dan ketahuilah azab Allah sangat pedih. Secara fardhu ain orang punya harta itu dizakati. Institusi tidak dizakati tapi orangnya, tergantung jika institusinya perorangan maka orang tersebut wajib menjakatinya (fardhu ain).

Sesudah ditetapkan orang yang meinggalkan zakat maka sama buruknya meninggalkan shalat. Bentuk bentuk pemerintahan dan yang lainnya sedikit demi sedikit mulai diatur, kesulitannya itu tentang pergantian kepemimpinan, karena Nabi tidak memperlihatkan petunjuk, pada zaman Sayyidina Umar masih bekerja karena tidak meau mengambil uang rakyat bekerja sendiri. Sayyidina umar digaji sebagai presiden sesudah dibentuknya baitul mal. Segala unsur kekuasaan itu bertahap bertahap berangsur angsur sampai sekarang ini.