RANGKUMAN NGAJI KITAB TANBIHUL GHOFILIN BULAN SEPTEMBER

01/10/2017 by

RANGKUMAN NGAJI KITAB TANBIHUL GHOFILIN BULAN SEPTEMBER

Bab Adzab Kubur

Pada zaman dulu ada seorang laki-laki penduduk Madinah yang memiliki saudara perempuan di Madinah namun berbeda tempat dengan laki-laki tersebut. Suatu hari saudarinya tersebut sakit dan laki-laki tersebut pergi untuk menjenguknya. Tak beberapa kemudian wanita tersebut meninggal. Segala keperluan untuk jenazah perempuan tersebut di siapkan oleh saudara laki-lakinya dan juga mengantarkannya ke makam. Setelah selesai memakamkan laki-laki tersebut kembali ke kaluarganya. Dan dia baru ingat bahwa dia melupakan bungkusan yang dibawanya ke makam saudarinya.  Kemudian dia meminta tolong kepada temannya untuk mengantarkannya ke makam tadi. Lantas berangkatlah mereka berdua kesana. Sesampainya di sana dia kemudian menggali makam tersebut dan menemukan bungkusannya. Kemudian dia menyuruh temannya untuk menyingkir karena dia ingin melihat keadaan saudarinya. Dia melihat ada api yang keluar dari liang lahat tersebut dan dia bergegas meratakan makamnya. Kemudian dia kembali kepada ibunya dan bertanya tentang apa yang dilakukan saudarinya ketika hidup. Ternyata ketika hidup perempuan itu sering melalaikan sholat dan ketika sholat bersucinya kurang sempurna serta saat dia bertamu kepada tetangganya dia kurang sopan dan yang terakhir dia sering melakukan adu domba. Itulah sebab-sebab ia mendapatkan adzab kubur. Jika kalian ingin selamat dari adzab kubur maka salah atunya adalah dengan menghindari adu domba.

Jika ditanya seorang muslim di alam kubur maka bersaksilah dia bahwa tiada Tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah. Allah telah menyiapkan keistimewaan kepada orang yang beriman terhadap apa yang di tetapkan di alam akhirat. Ketetapan itu terbagi menjadi  3 tempat, yaitu pada saat bertemu malaikat maut(sakaratul maut), saat ditanyai malaikat munkar nakir dan yang terakhir pada saat yaumul hisab. Ketetapan yang pertama ketika bertemu malaikat maut dimana Allah memberikan 3 keistimewaan untuk orang mukmin yaitu terhindar dari kufur, pertolongan istiqomah sampai ruhnya keluar dalam keadaan Islam dan yang terakhir malaikat memperlihatkan tempatnya di surga. Ketetapan yang kedua yaitu  ketika berada di alam kubur dimana Allah juga memberikan tiga keistimewaan kepada orang mukmin, yaitu mengajari tentang apa yang akan ditanyakan oleh munkar nakir, menghilangkan ketakutan dan kebingungan dan memperlihatkan tempatnya di surga. Dan ketetapan yang ketiga yaitu pada saat berada di yaumul hisab dimana Allah telah memberikan keistimewaan yaitu Allah menolong memudahkan pertanyan terhadap apa yang ditanyakan kepadanya, memudahkan hisabnya dan memberikan maaf terhadapnya. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Allah memberikan 4 keistimewaan yaitu pada saat akan meninggal diberi kemudahan, ketika di alam kubur tanpa rasa takut, pada saat melewati jembatan sirotul mustaqim dengan secepat kilat dan pada sat yaumul hisab. Dan untuk di alam kubur ada perbedaan antara para ulama tentang siapa yang di tanya. Sebagian ulama mengatakan pertanyaan itu ditujukan kepada ruh bukan jasad. Dimana ruh itu masuk kembali pada jasad tersebut tepat di dada nya dan di dalam riwayat lain dikatakan bahwa ruh itu berada diantara jasad dan kain kafan. Dan dalam setiap riwayat tersebut berasal dari atsar sahabat dan hadist shahih menurut ahlul ilmi.

Para alim ulama telah menetapkan pertanyaan-pertanyaan kubur dan tanpa menghiraukan mekanismenya. Ada yang mempercayai  tentang adanya pertanyaan kubur da nada yang mengingkarinya.Dan sesungguhnya pengingkarannya ini tidak lain merupakan salah satu dari dua tipe orang. Yang pertama mengatakan hal itu tidak masuk menurut jalan akal dan yang kedua  berkata bahwa masuk akal tetapi tidak di tetapkan. Dan jika berkata ini tidak sesuai dengan jalan akal maka ucapanya itu mengingkari dan membatilkan mukjizat kenabian. Dan pengingkaran ini membuatnya keluar dari islam dari segala macam caranya masuk islam. Ketika orang tersebut berkata ini sesuai dengan jalan akal tetapi ucapannya belum di tetapkan oleh Allah maka para ulama telah meriwayatkan dari beberapa khobar yang sudah mencukupi untuk orang yang mendengarkannya. Dan di dalam kitab Allah ta’ala terdapat  dalil mengenai permasalahan ini. Allah SWT berfirman “Dan barang siapa berpaling dari mengingat-Ku niscaya maka sesungguhnya baginya ada kesusahan yang menyulitkannya dan kami akan menggiringnya di hari kiamat dalam keadaan buta”.

Para ahli fiqih meriwayatkan dari Said bin Musid, Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda ketika seorang mukmin masuk ke liang lahad datanglah kepadanya dua malaikat kubur kemudian mendudukkannya di dalam kuburnya dan keduanya bertanya kepadanya dan sungguh dia masih mendengar tapak kaki orang orang yang mengantarkan jenazahnya, dan maka kedua malaikat itu berkata siapa tuhanmu, apa agamamu dan siapa nabimu dan kemudian mukmin itu menjawab Allah tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad nabiku. Lalu sang malaikat berkata lagi Allah telah menetapkanmu maka tidurlah dengan pulas.

Jadi maksud riwayat di atas, bahwa Allah menetapkan kepada manusia perkataan-perkataan yang hak kepada orang mukmin dan menyesatkan orang-orang dholim yang tidak di tolong dan mereka tidak di tolong dengan perkataan yang benar. Dan ketika orang-orang kafir masuk ke alam kubur dan di tanyai dengan pertanyaan yang sama maka orang kafir tersebut berkata tidak tahu. Kemudian malaikat memukulnya dengan gada yang suaranya terdengar hingga ke sekitarnya kecuali manusia dan jin.

Sebagai orang mukmin kita harus percaya bahwa apa yang dinamakan adzab kubur itu benar adanya dan juga percaya tentang adanya pertanyaan-pertanyaan kubur. Maka selalulah berbuat dalam kebaikan agar selamat di dunia dan akhirat.

0 comments