Pengajian Kitab Risalatul Muawwanah

01/10/2017 by

Pengajian Kitab Risalatul Muawwanah

Kewajiban mengetahui hukum dari suatu perkara

 

Semua ilmu di dunia ini pada dasarnya adalah milik Allah, maka janganlah kalian mengkotak-kotakkan ilmu. Pada era saat ini sering sekali terdengar perkataan yaitu “buat apa belajar ilmu seperti itu toh itu tidak akan ditanyakan oleh para malaikat”. Ungkapan semacam itu seolah membuat ilmu tersebut terbagi menjadi dua yaitu ilmu agama(ilmu Allah) dan ilmu non agama. Padahal semua ilmu yang ada di dunia ini adalah milik Allah SWT. karena Allah lah yang menciptakan ilmu-ilmu tersebut.

Dalam menuntut ilmu seringkali kita menemui banyak masalah dan dan kesusahan. Saat menemui masalah tersebut maka bersyukurlah karena dengan dengan adanya masalah tersebut akan memperkuat pundakmu untuk masalah-masalah yang ditemui di masa depan yang akan datang. Belajarlah sebanyak-banyaknya karena semakin banyak belajar maka kita akan tahu prioritas dan dapat memilah mana yang akan kita lakukan terlebih dahulu. Dan juga perbanyaklah berperan di masyarakat untuk melatih softskill.

Pada zaman sekarang ini banyak masyarakat yang cenderung lari dari kewajiban, contohnya adalah seperti orang miskin yang tidak mau bersedekah dengan dalih tidak punya harta untuk di sedekahkan padahal sedekah bisa dilakukan dengan banyak cara salah satunya adalah dengan menyumbangkan tenaga untuk menolong sesama. Ketahuilah bahwa dalih adalah dalil untuk modus yang sering di gunakan masyarakat saat ini. Dan masyarakat saat ini juga punya masalah hubbuddunya yaitu sering mengorbankan kesehatan mereka di masa muda demi uang padahal hal tersebut bisa jadi boomerang untuk mereka ketika tua.

 

Wajib bagi kita untuk mengetahui bagaimana tata cara dalam melakukan sesuatu yang wajib. Misalnya saat kita telah mencapai baligh, maka kita wajib untuk mengetahui makna dari dua kalimat syahadat, kewajiban akan sholat lima waktu dan apa yang wajib dari sholat tersebut  seperti rukun dan hukumnya. Dan waib pula bagi kita untuk mengetahui wajibnya puasa, zakat, haji dan lain sebagainya yang wajib. Juga wajib bagi kita untuk mengetahui yang haram sebagaimana kita wajib mengetahui perkara yang wajib, contohnya adalah berzina, meminum khamr, dan mengambil harta orang lain tanpa restu orang tersebut, dan lain sebagainya. Akan tetapi  kita tidak diwajibkan untuk mengetahui tatacara melakukan puasa kecuali memasuki bulan ramadhan dan tatacara haji kecuali mampu untuk pergi haji. Demikian juga untuk zakat, kita tidak diwajibkan mengetahui tata caranya kecuali kita sampai pada nishab dan waktunya.

Semua yang diharamkan dan diwajibkan atas kita hampir semuanya telah kita ketahui bersama dan tidak ada yang disembunyikan terkait itu. Tetapi meskipun kita telah mengetahui  hukum, kita juga perlu untuk berinteraksi kepada para alim ulama. Dan meniru apa yang mereka amalkan dan menjauhi apa yang mereka tinggalkan. Namun pada zaman sekarang ini kita akan sulit untuk menemukan orang alim yang benar-benar melakukan suatu ibadah dengan ilmunya. Maka dari itu kita perlu memilah mana yang baik untuk diikuti dan yang tidak, bila perlu sekalian bertanya tentang hukum melakukan hal tersebut dalam Islam.

Sebenarnya untuk mempelajari itu semua(perkara fardhu dll) kita tidak harus membutuhkan waktu yang lama karena hal tersebut akan membuat kita susah. Dengan duduk bersama dan belajar langsung dengan ulama satu jam atau dua jam itu sudah cukup untuk mendapatkan ilmu tersebut. Sebagaimana pernah terjadi pada zaman dahulu, ketika ada seorang arab badui yang mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta di ajari tentang agama. Padahal pada saat itu Rasulullah sedang berkhutbah di atas mimbar. Coba  yang di datangi pada saat itu bukann Rasulullah pasti akan langsung marah terhadap orang tersebut. Namun dengan kelembutan dan akhlaknya yang mullia Beliau turun dari mimbar dan dengan sabar mengajari orang badui tersebut tentang apa-apa saja yang ingin ia ketahui. Setelah puas dengan jawaban dari Rasulullah badui tersebut pergi dan Rasulullah pun kembali naik ke mimbar untuk menyempurnakan khutbah yang sempat tertunda tadi.

Saat seseorang ingin selamat di dunia dan di akhirat maka wajib baginya mengerjakan sesuatu dan tidak melakukannya kecuali telah mengetahui hukum Allah tentang sesuatu tersebut. Hukum-hukum tersebut yaitu wajib, sunnah, mubah atau haram. Dan secara umum orang mukmin itu terbagi menjadi dua bagian yaitu orang awam dan orang khusus. Yang termasuk orang awam adalah mereka yang terkadang meninggalkan hal yang wajib dan mengerjakan yang haram. Dan juga mereka tidak menjaga amalan sunnah serta terkadang berlebihan dalam melaksanakan yang mubah. Hal terbaik yang harus mereka lakukan adalah meminta ampun kepada Allah SWT. Adapun orang khusus adalah mereka yang mengerjakan kewajiban dan meninggalkan yang haram setiap saat. Dan mereka juga menjaga amalan sunnah dan menyedikitkan amalan mubah yang hanya mereka lakukan dalam rangka untuk mendukung menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

0 comments