Pengajian Risalatul Muawwanah

Pengajian Risalatul Muawwanah

Pengajian Kitab Risalatul Muawwanah

                                                                        Oleh : Ustad Agus Zainal Arifin

                Menjalankan kewajiban, meninggalkan yang haram dan memperbanyak nawafil(amalan sunnah).
Hendaknya engkau selalu menjalankan segala kewajiban menjauhi setiap larangan serta memperbanyak ibadah sunnah karena Allah semata. Di zaman sekarang banyak sekali manusia yang lebih senang menjalankan kesunnahan daripada kefardhuan padahal Allah sendiri memerintahkan kepada kita untuk melaksanakan kewajiban terlebih dahulu. Sebagai contoh ada seorang kiyai yang kemudian menjabat sebagai pejabat pemerintah, hendaknya mengurangi kesunnahan yang sering dilakukannya. Karena menjalankan kewajibannya dengan duduk di meja dan mengerjakan pekerjaan adalah sudah bernilai ibadah.
Saat melakukan sesuatu kita sebaiknya menata niat hanya untuk Allah, karena apapun yang terjadi adalah sudah direncanakan oleh Allah. Allah mengerti apa yang terbaik untuk kita dan kita tidak boleh berburuk sangka kepada-Nya atas apa yang terjadi pada kita. Jika itu semua sudah engkau laksanakan, maka engkau akan mencapai tempat yang paling dekat di sisi Allah dan engkau pun akan diselimuti dengan selubung mahabbah oleh-Nya. Dengan demikian, setiap diam dan gerakmu hanya karena-Nya, inilah selimut para waliyullah dan khalifatullah. Seperti yang telah di isyaratkan oleh Rasulullah SAW dengan perkataannya yang meriwayatkan dari Allah SWT yang artinya “Tidaklah seseorang hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan sesuatu amal yang lebih Aku sukai daripada apa yang telah Kufardhukan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri keapda-Ku dengan amal-amal sunnah hingga akhirnya Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, penglihatannya yang ia melihat dengannya, tangannya yang ia memegang dengannya, dan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya akan Kuberi. Jika ia berlindung kepada-Ku, niscaya akan Kulindungi. Dan Aku tidak pernah ragu dalam sesuatu yang Aku lakukan seperti ragu-Ku dalam mencabut nyawa hamba-Ku yang mukmin. Ia tidak menyukai mati, sedangkan Aku tidak menyukai perbuatan buruknya. Dan bagaimanapun ia harus mati.”
Jadi jalankan kewajibanmu terlebih dahulu agar menjadi dekat dengan Allah. Janganlah menjalankan kesunnahan sebelum menuntaskan kefardhuan sehingga Allah akan mencintainya. Kalau Allah sudah cinta pasti apa yang kita minta langsung dikasih. Dan tidak sampai hamba ditingkatkan derajatnya sebelum menjalankan kefardhuan.

0 comments , , tags: