RANGKUMAN NGAJI KITAB TANBIHUL GHOFILIN BULAN MEI

RANGKUMAN NGAJI KITAB TANBIHUL GHOFILIN BULAN MEI

HUKUM KEKEKALAN AMAL PERBUATAN

Oleh Ust. Drs. Mahmud Musta’in, M. Sc, Ph. D.

 

Manarul Ilmi – Kematian adalah suatu kepastian yang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Cepat lambat pasti akan mengalami kematian dan memasuki alam baru, yakni alam barzah. Alam barzah memiliki dua macam kondisi, nikmat kubur dan azab kubur. Untuk memilih kondisi tersebut, semua tergantung dengan segala amal perbuatan manusia saat hidup di dunia.

Pahala atau dosa dari suatu amalan perbuatan tidak akan hilang maupun error, kecuali memang dihapus oleh Pemberi  balasan tersebut. Ust. Musta’in mencontohkan seperti physical memory yang terdapat di dalam komputer. Data tersebut tidak akan hilang kecuali jika memang dihapus oleh sang user. Dalam hukum kekekalan energi juga disebutkan bahwa energi tidak akan hilang atau musnah, tetapi dapat diperbaharui. Begitu pun juga manusia dapat memperbaharui amal perbuatannya. Jika sebelumnya banyak amal perbuatan jelek, bisa bertobat kepada Allah dan mohon ampunan-Nya serta melaksanakan amalan-amalan baik. “Itu manfaat kita belajar Fisika agar kita dapat menambah keimanan kita terhadap Allah SWT.” ungkap beliau. Selain itu, amal perbuatan kita akan diwujudkan oleh Allah SWT saat akhirat kelak dan menyapa kita di hari penghitungan.

 

 

INGAT EMPAT PERKARA SEBELUM MENINGGAL

Oleh Ust. Drs. Mahmud Musta’in, M. Sc, Ph. D.

 

Barang siapa yang ingin selamat dari siksa kubur, maka wajib atasnya melaksanakan 4 perkara dan menjauhi 4 perkara.

 

4 perkara yang wajib dilaksanakan adalah:

  1. Menjaga sholat.

Jadikanlah sholat sebagai aktifitas utama hidup. Dan aktifitas lain seperti kuliah dll sebagai aktifitas tambahan. Saat kita sholat, alangkah baiknya kita menikmati sholat kita. Analoginya, saat kalian bertemu rektor dan berbincang-bincang berduaan saja, pasti kita akan sangat senang dan antusias sekali sehingga kita sangat menikmati perbincangan kita dan rektor. Sama halnya dengan sholat, kita harus senang dan antusias saat menjalankan sholat sehingga kita bisa menikmati (khusyu’) pertemuan kita terhadap Allah. Hal tersebut bisa dimulai dari senang dan antusiasnya kita terhadap memasuki masjid. Jadi saat kita masuk masjid, kita merasa istimewa karena akan berhadapan dengan Allah SWT. Sama halnya dengan kalian masuk rektorat atau keraton, pasti ada perasaan istimewa saat kita menjejakkan kaki di sana.

  1. Shodaqoh
  2. Membaca Al-Qur’an
  3. Memperbanyak tasbih.

 

Maka sesungguhnya 4 hal tersebut akan menerangkan dan meluaskan kuburan kita nantinya.

 

Sedangkan 4 perkara yang harus dijauhi adalah:

  1. Berbohong
  2. Khianat
  3. Mengadu domba
  4. Menjaga kesucian dari air seni.

Diusahakan kalau buang air kecil itu jongkok agar tidak sama dengan kalb. Sebab jika kena percikan air seni sedikit saja, maka najis tersebut bisa menyebabkan tidak sah nya suatu ibadah. Maka harus hati-hati, salah satunya dengan berjongkok saat buang air kecil.

 

Telah diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwasannya beliau bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala membenci kalian 4 perkara:

  1. Meremehkan sholat.

Jangan sekali-kali meremehkan sholat dan jadikanlah sholat sebagai aktifitas utama kalian.

  1. Main-main dengan bacaan Al-Qur’an.

Selama kita membaca Al-Qur’an dalam koridor tajwid dan makhroj nya tepat, lagu yang digunakan tidak ada masalahnya. Ingat, ikhlas mendengarkan Al-Qur’an saja sudah mendapat pahala, maka orang yang membaca Al-Qur’an sebaiknya membaguskan bacaannya sehingga yang mendengar itu senang.

  1. Kumpul dengan istri saat puasa.
  2. Tertawa saat berada di kuburan.

Diriwayatkan dari Muhammad Ibnu Samak bahwasannya Rasulullah SAW melihat ke suatu perkuburan dan bersabda : Kalian jangan tertipu dengan hening nya kuburan ini, padahal di dalamnya terdapat banyak kesedihan. Kalian juga jangan tertipu dengan sama nya kuburan, padahal di dalamnya sangat berbeda-beda (perlakuannya).

Maka sebaiknya bagi orang yang mempunyai akal untuk memperbanyak mengingat kuburan sebelum masuk ke dalamnya.

Sufyan Sauri berkata bahwa barang siapa memperbanyak mengingat kuburan, maka ia akan mendapatkan taman dari taman-taman surga. Dan barang siapa yang melalaikannya, maka dia akan mendapati lubang dari lubang-lubang api neraka.

 

Diriwayatkan dari sahabat Ali R. A. bahwasannya beliau berkata dalam khutbahnya: Wahai hamba Allah, ingatlah kematian. Tidak ada yang bisa lepas darinya. Jika kalian melaksanakannya, maka Allah akan mengambilnya (nyawa). Jika kalian pun lari, maka Allah akan menemukanmu.

0 comments , , tags: