Makna yang Terkandung dalam Istighatsah

Makna yang Terkandung dalam Istighatsah

tasbih_quranMakna yang Terkandung dalam Istighatsah | CSSMoRA ITS – Istighatsah, merupakan kalimat dalam Bahasa Arab yang berasal dari sighot ٳِﺳ۟ﺗِﻐَﺎﺛﺎً – ﻳَﺴ۟ﺘَﻐِﻴ۟ﺚُ – ٳِﺳ۟ﺗِﻐَﺎﺛَﻪ yang memiliki arti meminta. Dalam sejarahnya istighatsah merupakan kumpulan dzikir dan doa-doa yang disusun sedemikian rupa untuk mengharapkan perlindungan, hidayah, serta rahmat dari Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-Baqarah:

… ٲُد۟ﻋُﻮ۟ﻧِﻰ ٲَﺳ۟ﺘَﺠِﺐ۟ ﻟَﻜُﻢ۟ …

Artinya: “Berdo’alah kepada-Ku (Allah SWT), maka akan Aku kabulkan…”

Oleh karena itu sudah sepantasnya bagi kita sebagai manusia yang ber-Tuhan untuk memohon segala bentuk keinginan hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Beberapa ulama mengimplementaisikan ayat ini dengan menyiptakan sebuah kegiatan berjamaah untuk bersama-sama mengingat Allah, yakni melalui kegiatan istighatsah. Kegiatan yang dilakukan bersama untuk melafalkan kalimat-kalimat thayyibah dan beberapa yang terkandung dalam Al-Qur’an.

            Dalam keseharian di pondok pesantren, kegiatan istighatsah dilakukan selama kurang lebih 15 menit per hari dengan tambahan shalawatan yang dilantuntan dengan berbagai nada sebagai metode untuk menghilangkan kebosanan dan rasa ngantuk ketika melafalkannya. Bahkan beberapa madrasah yang lokasinya berada di area pondok pesantren, kegiatan istighatsah ini menjadi menu wajib tiap minggunya.

Kegiatan Istighatsah bahkan porsinya akan meningkat, terutama ketika hendak menghadapi ujian, lebih-lebih lagi ujian nasional. Maka kegiatan istighatsah akan dilakukan satu kali dalam satu hari di madrasah, tepatnya setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Karena kekhusyu’an dan semangat untuk membaca istighatsah akan semakin meningkat. Selain itu istighatsah akan menjadi salah satu oleh-oleh dari pondok pesantren untuk masyarakat sekitar para alumni, karena mereka akan dituntut untuk mampu menjadi seorang imam bagi lingkungannnya setelah merantau jauh ke Pulau Jawa.

Kegiatan istighatsah ini selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tapi juga berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat untuk duduk bersama di atas lantai tanpa memandang ragam tingkatan sosial. Betapa bermanfaatnya kegiatan istighatsah ini untuk dilakukan. Karena bersimpuh dan hanyut dalam kekhusyu’an sewaktu memahami tiap makna kalimat yang dilafadzkan tidak akan tertandingi oleh keindahan apapun di dunia ini. Mendekat dan merayu kepada Sang Khaliq, Allahumma inna nasaluka ridhoka wal jannah, wana’udzubika min sakhotika wannar.

Semoga Allah senantiasa mengijabah do’a kita semua, Aamiin Ya Rabbal Aalamiin. (Wulan/Nan)

0 comments , tags: