Prestasi Penerima Beasiswa Kemenag Kian Moncer

26/02/2016 by

Prestasi Penerima Beasiswa Kemenag Kian Moncer

Jalinan kerjasama antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah berlangsung selama 10 tahun. Kerjasama tersebut berupa pemberian beasiswa bagi santri berprestasi untuk dapat mengenyam pendidikan di ITS. Dalam rangka monitoring capaian prestasi penerima beasiswa, Kemenag melakukan evaluasi di Auditorium Biro Akademik, Kegiatan, dan Perencanaan (BAKP), Senin (08/2).

Terdapat lebih dari 500 santri dari seluruh Indonesia yang telah mendapatkan kesempatan kuliah di ITS melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Program yang dimulai sejak 2006 itu kini telah meluluskan santri yang kembali mengabdi memberdayakan pesantren asalnya.

Ratusan santri tersebut menurut Dr Darmaji SSi MT, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Hubungan Alumni (LP2KHA) adalah santri-santri pilihan. “Saya sangat bangga dengan prestasi yang diraih, mereka adalah santri pilihan karena melalui seleksi tingkat nasional yang sangat ketat,” ujarnya saat ditanya capaian prestasi para penerima beasiswa.

Darmaji menambahkan, para penerima beasiswa yang tergabung dalam organisasi bernama Community of Santri Scholars of Ministry of Religius Affairs (CSS MoRA) ITS itu terus mengalami peningkatan prestasi setiap tahunnya. Sehingga menurutnya, para santri tersebut mampu bersaing dengan mahasiswa ITS lainnya yang berasal dari non pesantren.

Prestasi yang ditorehkan pun cukup beragam, mulai dari yang bersifat keagamaan maupun keilmiahan. Beberapa prestasi tersebut diantaranya adalah Juara 1 Cabang Karya Tulis Al-Quran dan Juara 3 Cabang Qiroat Sab’ah dalam Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQ MN) 2015. Selain itu, para santri juga pernah mempersembahkan medali emas untuk ITS dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-27 dan lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional.

Tak hanya itu, di level internasional beberapa santri juga turut serta mengharumkan ITS. Mulai dari perolehan gelar the Best Rookie Award dalam Student Formula Japan 2013 hingga menjadi presenter dalam berbagai konferensi internasional, baik di dalam maupun di luar negeri.

Para alumni, kata Darmaji juga banyak yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di luar negeri. Mereka telah diterima di beberapa universitas, seperti University of Manchaster di Inggris, National Taiwan University of Science and Technology, dan National Cheng Kung University di Taiwan.

“Mereka adalah pesaing yang dipertimbangkan, bahkan salah satu dari mahasiswa yang melanjutkan studi pernah meraih IPK tertinggi saat semester genap tahun 2015/2016 yaitu 3,76,” tegas pria yang juga menjabat sekretaris 2 kerjasama program S1 antara ITS dengan Kemenag itu.

Penerima beasiswa mengaku mendapatkan manfaat besar atas adanya kerjasama ini, salah satunya Moh Khoirur Rohman. “Saya sangat bersukur mendapatkan beasiswa PBSB, sehingga bisa belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan bisa bertemu dengan orang-orang hebat. Alhamdulillah meskipun lulusan madrasah, tapi saya bisa bersaing dengan mahasiswa dari sekolah umum,” aku mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan ini. (ifa/mis)

0 comments