Niat

26/02/2016 in by

Niat

Pengertian niat dalam ibadah. Niat secara bahasa adalah maksud dan keinginan hati untuk melakukan sesuatu. Niat menurut syariat adalah keinginan hati untuk menjalankan ibadah baik yang wajib atau yang sunnah. dan keinginan akan sesuatu seketika itu atau untuk waktu yang akan datang juga disebut niat.

Dan dianjurkan bagi orang yang beriman untuk memperbaiki/memperbagus niat dan mengikhlaskan niat tersebut dan bertafakur akan niat sebelum memasuki amal/sebelum mengerjakan sesuatu amal ibadah. Karena sesunggunya niat itu adalah pondasi atau dasar daripada amal. Sedangkan amal mengikuti niat Mengenai baik dan buruknya, rusak dan selamatnya dll. sebgaimana sabda RasuluLlah SAW,

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan Segala Perkara itu tergantung apa yang diniatkan”.

Dianjurkan pula untuk tidak mengucapkan suatu perkataan atau tidak mengamalkan suatu amal perbuatan atau berkehendak mengerjakan sesuatu apapun kecuali dengan niatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari pahala yang baik di sisiNya. karena  bahwasanya tidak akan dapat terjadi pendekatan diri kepada Allah Ta’ala kecuali dengan apa yang telah disyari’atkan oleh Allah melalui Lisan RasulNya dari  perbuatan fardhu, dan sunnah.

Oleh karena itu ketika mendapati perbuatan yang mubah maka segeralah berikan niat dengan niatan yang baik, sehingga perbuatan itu bisa menjadi sebab mendekatnya diri kepada Allah. Seperti contohnya orang yang ketika makan ia berniat untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ibadah kepada Allah Ta’ala atau ketika menikah diniatkan untuk mendapatkan keturunannya yang nantinya mereka akan menjadi orang yang ahli beribadah kepada Allah.

Dan disyaratkan untuk meluruskan/membenarkan niat dimana ketika sudah bearada dalam niatan yang baik maka hendaknya harus dilanjutkan dengan amal perbuatan yang diniatkannya. Misalnya orang yang mencari ilmu dan ia bercita-cita (berniat) akan mengamalkan ilmunya, maka apabila ia tidak mengamalkan ilmu yag telah diperolehnya ketika dia mampu untuk mengamalkannya, maka niatnya yang demikian itu bukanlah niat yang benar (niyatushoodiqoh). Demikian juga orang yang mencari harta dunia dengan niat agar ia tidak merepotkan orang lain, dan menyedekahkannya kepada orang yang membutuhkan dari orang-orang yang miskin, atau untuk mempererat silaturrahmi dengan hartanya itu, apabila ia tidak melaksanakkan apa yang ia niatkan ketika dia mampu maka niat yang demikian ini bukanlah termasuk niat yang benar atau niat yang Shoodiqoh.

Niat Baik dan Perbuatan Tidak Baik

Dan ketahuilah bahwa niat yang baik itu tidak dihitung dalam amal perbuatan yang buruk misalnya orang yang ikut mendengarkan pembicaraan ghibah kepada sesama muslim yang mana dalam mendengarkannya tersebut dia berniat untuk menyenangkan hati orang yang sedang ghibah / membicarakan aib saudara se muslim, maka niatnya yang demikian ini bukanlah niat yang baik bahkan ia termasuk salah seorang diantara yang ikut ghibah tersebut.

Dan barang siapa yang berdiam diri dari amar ma’ruf dan nahiii munkar dan dia berniat  bahwa niatnya itu agar tidak menyakiti hati orang yang melaksanakan perbuatan munkar, maka niat yang demikian ini bukanlah termasuk niat yang baik bahkan ia termasuk juga ke dalam golongan yang melaksanakan kemungkaran.

 

Niat Tidak Baik dan Perbuatan Baik

Demikian juga perbuatan yang baik tetapi niatnya tidak baik, juga tidak akan menghasilkan pahala yang baik di sisi Allah. Seperti orang yang melakukan amal salih akan tetapi niatnya untuk mendapatkan kedudukan atau biar dipuji oleh orang lain atau untuk mendapatkan keuntungan materi.

Oleh sebab itu, bersungguh-sungguhlah dalam berniat agar semua amal yang dilakuakn tidak menjadi sia-sia. Dan pastikan pula bahwa niat yang dilakukan benar untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridhoan Allah. Dan biasakan untuk berniat dalam semua amal yang dibolehkan / Mubaahat hanya untuk menambah ketaatan kepada Allah Ta’ala.

0 comments tags: