Makna Niat dan Seleksi Niat Baik

25/02/2016 in , by

Makna Niat dan Seleksi Niat Baik

Setiap amal perbuatan disertai dengan niat, dan seseorang akan mendapat balasan dari apa yang ia kerjakan berdasarkan niatnya. Dari sini dapat ditarik dua hal mengenai niat, yaitu:

Pertama

Bahwa dalam melakukan suatu  hal baik itu wajib ataupun sunnah, hal-hal kecil maupun besar, semuanya harus terlebih dahulu dilandasi dengan niat yang tulus ikhlas yaitu karena Allah dan mengharap ridho dari Allah SWT.

Kedua

Bahwa setiap orang yang melakukan suatu hal akan menerima balasan dari apa yang ia kerjakan berdasarkan niat dalam mengerjakan hal tersebut. Sehinnga tidak akan mendapatkan pahala seseorang dari amalnya jika tidak dilandasi terlebih dahulu dengan niat yang tulus ikhlas.

Perlu kiranya untuk memperbaiki niat dan mengikhlaskan niat sebelum mengerjakan amal ibadah. Niat adalah pondasi atau dasar dari setiap amal. Baik buruknya setiap amal yang dikerjakan sangat bergantung dari niat itu sendiri. Sehingga janganlah sampai mengatakan sesuatu perkataan atau mengerjakan suatu amalan tanpa terlebih dahulu meniatkannya untuk mendekatkan diri pada Allah dan mencari pahala yang baik disissiNya.

Terdapat 4 hubungan antara niat dan suatu amal perbuatan yang nantinya akan mempengeruhi hasil dari amal tersebut yaitu :

  1. Amalan Baik dengan Niat yang Baik Pula

Sudah semestinya suatu niat yang baik haruslah dilanjutkan dengan mengerjakan amal perbuatan baik yang telah diniati sebelumnya. Orang yang menuntuntut ilmu dengan niat untuk mengamalkan ilmunya, maka wajib bagi dirinya untuk mengamalkan ilmunya bila ia telah mampu mengamalkannya.

Hal ini dilakukan untuk menyempurnakan niat menuntut ilmunya dengan suatu perbuatan baik yaitu mengamalkannya sehingga ilmu yang didapat akan menjadi barokah dan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

 

  1. Amalan Baik dengan Niat yang tidak Baik

Tidak semua perbuatan baik akan menghasilkan pahala yang baik disisi Allah, semua kembali kepada niat dalam mengerjakannya. Suatu amalan baik namun niatnya tidak baik seperti seseorang yang melakukan amal shaleh namun niatnya adalah untuk mendapatkan suatu kedudukan atau agar mendapat pujian dari orang lain.

Hal ini pun tidak akan mendapatkan ridho dari Allah. Walaupun perbuatannya baik, namun ini malah akan menyebabkan  menjadi suatu yang dibenci oleh Allah SWT.

  1. Amalan tidak Baik dengan Niat yang Baik

Suatu niat yang baik tidak akan dihitung apabila dilakukan pada suatu perbuatan yang tidak baik.Sebagaimana orang yang ikiut mendengarkan pembicaraan ghaibah kepada sesama muslim yang mana dalam melakukan hal tersebut dia berniat untuk menyenangkan hati orang yang sedang membicarakan aib saudara se muslim.

Maka dalam hal yangdemikian itu, niatnya bukanlah niat yang baik. Bahkan ia termasuk salah seorang diantar yang ikut ghaibah tersebut.

  1. Amalan tidak Baik dengan Niat yang tidak Baik Pula

Niat buruk dalam melakukan suatu hal sudah pastinya tidak akan mendapat ridho dari Allah, apalagi bila nantinya dilanjutkan dengan melakukan suatu hal yang buruk. Namun suatu niat buruk tidak akan dicatat oleh Allah sebagai suatu keburukan sebelum niatan buruk tersebut dilakukan.

Niatan buruk malah bisa dicatat sebagai suatu kebaikan jika sebelum ia melakukan keburukan tersebut, ia mengingat bahwa yang akan diperbuat adalah suatu keburukan dan ia pun meninggalkannya semata-mata karena Allah.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam berniat pada suatu perbuatan atau amal shaleh harus dilakukan dengan lebih selektif. Sehingga nantinya niat kita dalam melakukan sesuatu benar-benar untukmendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridhoan disisisNya dan niatkanlah semua amal yang dibolehkan / Mubaahat hanya untuk menambah ketaatan kepada Allah SWT.

0 comments , tags: