Cara Memperkuat Keyakinan

25/02/2016 in , by

Cara Memperkuat Keyakinan

Hendaknya engkau wahai saudara tercinta selalu menguatkan keyakinanmu dan memperbaikinya. Karena jika keyakinan tertanam dalam hati dan menguasainya, maka hal-hal yang ghaib seakan-akan bisa disaksikan, dan saat itulah seorang yang berkeyakinan akan mengatakan sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra:
: لو كشف الغطاء ما ازددت يقيناً
“Andaikan penghalang/hal ghaib telah terbuka, maka keyakinanku tidak akan bertambah lagi.”
Kuatnya keyakinan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak bisa bertambah, bahkan jika hal-hal yang ghaib sekalipun dibuka dan ditunjukkan kepada beliau. Hal ini dikarenakan sahabat Ali merasa yakin bahwa dunia ini adalah ciptaan Allah S.W.T dan segala sesuatu ciptaan Allah wajib kita yakini keberadaannya.
Siklus Keyakinan

yakin Ternyata keyakinan dapat menjadi senjata yang ampuh untuk meningkatkan potensi-potensi dalam diri manusia yang berakibat pada tercapainya cita-cta dan harapan. Sebagai contoh pada gambar disebelah kiri.
Seorang mahasiswa yakin dan bisa mendapatkan nilai A. karena ia yakin mendapatkan nilai A, maka ia berusaha keras untuk mendapatkan nilai A tersebut. Kemudian ia belajar dan terus belajar, sehingga membangkitkan potensi-potensi pada dirinya. Al hasil ia sukses dan berhasil mendapatkan nilai A. Hasil kesuksesan yang ia jalani itulah yang akan menambah keyakinannya bahwa ternyata ia bisa melakukan hal ini seperti sebuah siklus. Itulah mengapa keyakinan dapat menjadi senjata yang ampuh untuk membidik kesuksesan.

Berbeda dengan orang yang merasa tidak yakin. Orang yang tidak yakin gak keyakinan_akan berakibat pada pola fikir dan tindakan yang tidak terarah. Sehingga perilakunya cenderung melakukan hal-hal yang tidak berguna yang berefek pada kemalasan. Tentu kemalasan adalah sifat buruk untuk menunda keercapaian. Dan hal ini akan berakibat pada lemahnya keyakinan kita, bahwa ternyata “saya toh tidak bisa”.

 

Keyakinan akan bertambah kuat dan semakin membaik dengan beberapa sebab: Diantara yang menjadi dasar utamanya, yaitu :
1. Seorang hamba mendengar dan menghayati dengan hati serta telinganya akan kandungan isi ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabawi yang menunjukkan tentang kebesaran, keagungan, kesempurnaan dan keesaan Allah SWT dalam penciptaan. pengaturan dan kekuasaan, serta tentang kebenaran para nabi dan rasul.

2. Menganuti dengan penuh penghayatan akan keindahan langit dan bumi serta segala sesuatu keajaiban ciptaan Allah SWT yang tersebar didalamnya. Keterangan bahwa cara ini dapat menambahkan keyakinan telah disebutkan dalam firman Allah SWT:

3. Menerapkan apa yang diimaninya secara dzahir dan batin dengan penuh kesungguhan dan sesuai kemampuannya. Cara ini juga dapat menambah keyakinan sebagaimana yang disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا
Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”(Qs. al-‘Ankabut ayat: 69).

1 comments , tags: