Buah dari Keyakinan

25/02/2016 in by

Buah dari Keyakinan

Diantara buah hasil keyakinan adalah, merasa tenang dan percaya pada janji serta jaminan Allah SWT, beribadah kepada-Nya dengan penuh semangat, Serta meninggalkan segala sesuatu yang membuatnya berpaling dari Allah SWT, serta selalu kembali kepada Allah SWT dalam setiap keadaan dan selalu berupaya sekuat tenaga untuk memperoleh keridhaan Allah SWT

Jadi, keyakinan adalah inti dari keimanan dan dasar utama seluruh kedudukan mulia. Akhlak terpuji, bahkan amal shaleh pun berasal dari cabang dan hasil buahnya. Sedangkan kuat dan lemahnya, baik dan buruknya akhlak serta amal perbuatan tergantung pada keyakinan.

Dalam hal ini, Sayyidina Lukman al-Hakim ra berkata: “Amal perbuatan tidak dapat direalisasikan kecuali dengan keyakinan dan tidaklah seorang hamba beramal kecuali sesuai dengan kadar keyakinannya. Begitu juga tidaklah seseorang kurang amalannya melainkan karena keyakinannya berkurang.”

Dalam hal ini. Baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda:

اليقين الإيمان كله

Artinya: ‘Keyakinan adalah keimanan secara keseluruhan.”

Keadaan keyakinan orang-orang beriman terbagi menjadi tiga bagian:

Pertama, adalah tingkatan golongan kanan, yaitu mereka yang memiliki keyakinan kuat tetapi masih ada kemungkinan terguncang   oleh   keraguan  jika   ada   yang menyebabkannya. Tingkatan ini disebut keimanan.

Kedua, adalah tingkatan para muqarrabin, yang mana hati mereka telah dipenuhi dan dikuasai oleh cahaya keimanan, tertanam kuat didalamnya sehingga tidak ada yang bertentangan dengan keimanannya bahkan tidak terbayangkan keberadaannya sedikitpun. Dalam tingkatan ini, perkara yang ghaib seakan-akan nampak jelas. Tingkatan ini disebut keyakinan.

Ketiga, adalah tingkatan para nabi dan para pewaris nabi yang sempurna. Mereka terdiri dari kalangan shiddiqin, yang mana perkara yang ghaib akan nampak jelas dan terang benderang. Tingkatan ini disebut kasyaf

Masing-masing golongan dalam tingkatan mereka terdapat perbedaan yang jauh sekali. Semuanya bagus, tetapi sebagian lebih baik. Dan itulah karunia Allah SWT yang Dia berikan pada siapapun yang Dia kehendaki dan Allah SWT Maha memberi karunia yang agung.

Sumber: Kitab Risalatul Mu’awanah Karya Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad

0 comments tags: