Dari Santri untuk Masyarakat – Posko Ramadhan CSS MoRA

Dari Santri untuk Masyarakat – Posko Ramadhan CSS MoRA

Man shoma Romadhona imaanan wakh tisaaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzanbihi wa man qooma lailatal qodri imaanan wakh tisaaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzanbihi.

Posko CSS MoRA di Tubah
Posko CSS MoRA di Tuban

Posko santri CSS MoRA peduli mudik adalah bentuk imaanan wakh tisaaban di bulan Romadhon seperti Hadist yang di rowi-kan oleh Abu Hurairoh r.a. diatas yang dilakukan oleh mahasiswa santri CSS MoRA, disebutkan lokasi posko terdapat di lima titik di beberapa daerah yang banyak dilewati oleh pemudik. Seperti daerah Karawang, Semarang, Yogyakarta, Tuban, dan Pasuruan.

Setiap posko diisi oleh mahasiswa yang berbeda sesuai dengan domisili dan keinginan mereka untuk ikut bergabung di posko yang mereka kehendaki. Meski kegiatan tersebut merupakan salah satu tugas dari Kementrian Agama khususnya Kasubid Kepesantrenan, namun niat mereka untuk membantu sesama sesuai kepribadian santri dan keinginan pribadi guna pengabdian kepada masyarakat.

Kepedulian tersebut kami paparkan dari mahasantri relawan CSS MoRA ITS yang ditunjukkan di daerah Tuban, selama 6 hari dari tanggal 2 Agustus 2013, yang biasanya mereka sudah memulai perjalanan mudik ke kampung halaman dan menyiapkan keperluan untuk hari Raya Idul Fitri, tapi kali ini mereka mendapatkan amanah membantu para pemudik membagikan ta’jil untuk berbuka serta menyediakan posko untuk para pengendara yang kelelahan di perjalanan.

Kegiatan diawali dengan pendirian tenda sebagai base camp panitia yang bertempat di Pintu Masuk Pantai Boom, Tuban, Jawa Timur. Lokasi tersebut di pilih karena anjuran dan instruksi dari Kepolisian Resorse Kabupaten Tuban, meski lokasi ini tidak begitu strategis karena bukan bertempat dipinggir jalan namun terletak setelah Pintu Masuk Pantai Boom, Tuban yang berjarak masuk sekitar 1 km dari pinggir jalan.

Tuban merupakan kabupaten yang notabene wilayahnya lumayan  luas Jadi Kapolres Tuban yang pada tahun ini memiliki kebijakan untuk memusatkan pendirian posko-posko serupa di Daerah Kabupaten Tuban hanya pada dua titik saja, yakni di Terminal Lama Kabupaten Tuban dan Pintu Masuk Pantai Boom, Tuban, Jawa Timur.

Base camp ini juga merupakan posko tempat istirahat bagi para pemudik yang nantinya melintas di area Alun-alun Kabupaten Tuban, khususnya di depan Pintu Masuk Pantai Boom, Tuban.

Tim posko  Pintu Masuk Pantai Boom, Tuban ini yang diikuti oleh relawan-relawan mahasiswa yang berasal dari CSS MoRA ITS : Mas suwarno (2011), Mbak Nur Syafi’ah (2009), Mbak Eka Novi Octavianti (2010), Mbak Alfiyatur Rohmah  (2011) Mas Andika (2009), Mas rozak (2007), Mbak Nanik Lathifatun Nada (2011), Mbak Urifatul azizah (2011) serta Mas Muhammad Agilo Badai Bestari (2011)

“senang mempunyai teman baru dan pengalaman baru dan bisa melihat senyum pengguna jalan yang dibagikan ta’jil”, ujar Mbak Nani’ Lathifatun Nada salah satu relawan mahasantri CSS MoRA ITS.

Pasalnya tidak hanya dari CSS MoRA ITS saja tapi juga ada dari UIN Syarif Hidayatulloh, UIN Sunan Kalijaga dan 9 PTN lain Mahasiswa santri Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs.

Kegiatan dilanjutkan dengan persiapan pembagian ta’jil oleh panitia pada sore harinya. Ta’jil ini dibagikan kepada para pengguna jalan sekitar posko, dan dikhususkan kepada para pemudik yang melintasi daerah tersebut. Pada hari pertama, dibagikan sebanyak 100 kotak ta’jil dengan 3 makanan ringan dan 1 minuman ringan di dalamnya.

Keesokan harinya, posko kembali dibuka dengan menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah serta tempat istirahat gratis bagi para pemudik yang melintas. Disediakan juga fasilitas charge HP bagi para pemudik.

Saat sore hari menjelang, dilakukan persiapan pembagian ta’jil oleh pantia sebagaimana hari sebelumnya. Pembagian ta’jil dalam kotak pada hari pertama dirasa panitia tidak efektif karena tidak merata pembagiannya. Selain itu, sebgaian besar ta’jil tidak hanya diterima oleh para pemudik yang merupakan sasaran utama, melainkan  diterima  oleh masyarakat sekitar Pintu Masuk Pantai Boom, Tuban

Sehingga pada hari kedua, ta’jil dibagikan tidak lagi dalam kotak, melainkan per buah dengan harapan penerima ta’jil terutama pemudik lebih banyak serta lebih merata. Dibagikan lebih banyak yakni 200 buah makanan ringan dan minuman dalam kemasan pada hari kedua.

“Anggotanya harus lebih banyak yang ikut agar bisa senang bersama sama dan kegiatan positif seperti ini tetap diadakan di tahun berikutnya dengan  pemilihan tempat dan waktu yang tepat”, harapan para relawan yang ikhlas di bulan Ramadhan yang berkah tersebut.

Kegiatan pembagian ta’jil ini berlangsung terus selama 5 hari, mulai tanggal 2 sampai dengan tanggal 6 Agustus 2013. Pada malam terakhir, yakni pada tanggal 7 Agustus 2013 dini hari, dibagikan juga 100 kotak makanan sahur bagi masyarakat dan penggguna jalan yang melintas di sekitar lokasi posko.

“Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari beberapa pihak, seperti dari pihak Kepolisian Kabupaten Tuban, masyarakat sekitar Pantai Boom, Tuban, serta para pemudik yang sempat berisitirahat di posko kami”, sambut senang para relawan posko Tuban.

Kegiatan diakhiri pada tanggal 7 Agustus 2013 ditandai dengan pembubaran base camp tenda posko dan dapat kembali ke kampung halamannya masing masing pada H – 1 sebelum lebaran.

0 comments , , tags: