Adab Berpuasa – Nashoihuddiniyyah

09/06/2013 in by

Adab Berpuasa – Nashoihuddiniyyah

Jumat, 24 Mei 2013 jam 20.00 WIB

Tema: Puasa dan Adabnya

Puasa

Berikut adalah beberapa keadaan dan adab ketika berpuasa

  • Ketika kekenyangan biasanya anggota tubuh yang lain
    merasa kelaparan (lemah). Ketika kekenyangan akan menyebabkan lupa, malas, dan kerasnya hati.
  • Ketika perut tidak terlalu kenyang maka anggota tubuh yang lain merasa bersemangat
  • Jika diejek sangat mudah untuk membalas demdam. Maka katakana dalam hati ‘innii shooim’
  • Ketika puasa tidak memperbanyak tidur pada siang hari dan memperbanyak makan pada malam hari. Dengan tujuan :
    1. Mendidik jiwa
    2. Mengurangi syahwat  (nafsu untuk bersenang-senang)
    3. Menyinari hati
  • Ketika marah sebaiknya diam
  • Semua itu dapat dilakukan karena diajari oleh Alloh SWT
  • Sebaiknya mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka (dengan tujuan untuk merendahkan hati, aktivitas menjadi lebih baik karena lebih kuat dan semangat)

Kemudian mengenai hal-hal yang dianggap meragukan ataupun membahayakan untuk dikonsumsi sebaiknya membaca

[box] بسم الله لايضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi…….. (ila akhirihi yaa)[/box]

Dan membaca

[box]أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق

 a’uudzubikalimaatillaahi taaammaati ……. (ila akhirihi juga) sebagai proteksi dari hal-hal ghoib[/box]

Selain itu, disebutkan pula bahwa sebagian penyakit adalah berasal dari perut. Terdapat juga pada hadits berikut

[box]عَن مِقدام بنِ مَعْدِي كَرِبَ قال سمعتُ رسولَ لله صلى الله عليه وسلم ما مَلأَ آدَمِيّ وعاء شراًّ مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدمَ اكلات يقمن صُلْبهُ فَإنْ كانَ لاَ محالَةَ فَثُلْثٌ لِطعامهِ وَثلثٌ لِشَرابهِ وثلثٌ لنَفْسهِ (رواه الترميذي
[/box]

Maka dengan berdalih pada hadist berikut, sebaiknya memporsikan keadaan perut dengan masing masing perbandingan sepertiga untuk makan, minum, dan udara. Dalam artian apabila makan janganlah terlalu kekenyangan.

0 comments tags: