Sudahkan Anda Bersedekah?

Sudahkan Anda Bersedekah?

Jumat, 26 April 2013 jam 20.00 WIB

Tema: Shodaqoh (Nashoihud Diniyah halaman 34-35) (halaman 33-34)

sedekah“Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar(kurma) dari usaha yang baik, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya.”

Dalam bersedekah kita harus melakukan maintenanceMaintenance ini dimaksudkan agar zakat kita nanti menjadi besar dan tidak digunakan untuk hal yang sia-sia bahkan untuk hal-hal yang bersifat maksiat. Dalam bersedekah hal yang perlu ditekankan adalah kehalalan dari sesuatu yang kita sedekahkan, sebab Allah hanya tidak menerima sedekah selain yang halal.

Dalam tatanan kita memiliki sesuatu, akan lebih baik jika kita mambagi-baginya kepada orang lain. Dasar pemberian kepada orang lain ini dimulai dari orang-orang yang berada dalam tanggungan kita sendiri, misalnya : orang tua, anak, istri, kerabat kemudian baru kepada orang lain yang membutuhkan.

Dalam kitab nashoihud diniyah disebutkan sebuah pepatah bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Pembelajaran yang dapat diambil dari pepatah ini adalah anjuran agar setiap individu jangan suka meminta kepada orang lain atau bisa dikatakan anjuran menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain. Makna yang lebih mendalam dari pembelajaran ini adalah dengan menjaga diri dari meminta-minta pada orang lain adalah menjaga diri dari  masalah. Sebab semakin banyak kita meminta hakikatnya peluang masalah yang akan muncul semakin besar.

Akan tetapi terkadang memang ada pengecualian, dalam kitab ini disebutkan bahwa seseorang yang meminta dikarenakan hajat bisa saja sama baiknya dengan orang yang memberi.

Didalam kitab ini terdapat anjuran bahwa kita seharusnya tetap memberikan sedekah walaupun hanya sepotong roti. Pak agus mencontohkan budaya indonesia yang menggunakan konsep sedekah, yakni budaya sedekah ketika setelah menanam padi dan panen raya. Akan tetapi menurut penuturan pak agus praktik budaya ini sering diingkari oleh orang-orang muslim yang memiliki pemandangan yang tidak sama. Pengingkaran ini biasanya terjadi karena mereka melakukan pendekatan yang lebih menekankan dalil tanpa disertai pemahaman yang kuat akan arti dari dalil tersebut.

Budaya sedekah yang ada dimasyarakat sebenarnya bukan tanpa dalil. Para ulama terdahulu telah memodifikasi budaya tersebut dengan memasukan unsur sedekah yang tanpa disadari akan dilakukan oleh umat tanpa ada paksaan karena telah menjadi sebuh kebiasaan. Hal ini tentunya sangat baik, bahkan Rosululloh pernah bersabda yang kurang lebih seperti ini barang siapa mendirikan kebiasaan (tradisi) yang baik maka ia akan mendapatkan pahala dari kebiasaan tersebut dan dari orang-orang yang mengikutinya. Jadi ulama jaman dahulu telah memodifikasi tradisi untuk menghidupkan sedekah umat.

Dalam bersedekah kita seharusnya tidak mempermasalahkan besar kecil sesuatu yang kita sedekahkan, karena perlu kita ketahui bahwa hal-hal kecil dihadapan Allah itu besar . kenapa bisa? Karena sesuatu yang kecil ini kita sering meremehkanya, dan dengan keremehan yang ada dalam pikiran kita membuat kita mengabaikanya. Sebuah kisah yang sangat bagus datang dari imam syafiI, dalam kisah ini diceritakan bahwa imam syafiI mempunyai teman sebelum akhirnya teman beliau meninggal. Setelah teman imam syafii tersebut meninggal, pada suatu malam imam syafiI didatangi oeh temanya didalam mimpi. Di dalam mimpi tersebut imam syafiI bertanya kepada temanya tersebut tentang amalan beliau yang paling diridhoi Allah. Jawaban dari teman beliau sangat unpredictable, bukan amalan seperti wirid, shalat malam atau yang lainya melainkan sikap beliau yang membiarkan lalat untuk minum di minuman beliau. Mengapa? Pelajaran yang bisa didapat adalah sikap beliau yang sangat penyayang kepada semua makhluq Allah, bahkan kepada hewan-hewan yang kita anggap menjijikan. Bagaimana dengan kita?

Dalam kitab ini disebutkan bahwa kita tetap harus bersedekah walaupun hanya dengan senyuman. Jadi ketika bertemu teman atau siapapun pastikan kita menghadapi mereka dengan senyuman setidaknya jangan menampakan wajah kusut atau wajah tidak suka.

Shadaqoh hakikatnya menjauhkan seseorang dari bala dan bencana. Hal ini telah disisipkan dalam tradisi dalam masyarakat kita, salah satunya adalah tingkepan/mitoni. Disisi lain tradisi ini sebenarnya bukan tradisi baru, tapi diadopsi dari tindakan nabi Adam AS. Ketika Istri beliau Siti Hawa tengah mengandung 7 bulan maka beliau dengan istrinya melakukan tingkepan dengan doa bersama,  Hal ini dapat dilihat didalam surat Al-Araf(untuk ayatnya silahkan dicari sendiri).  Mengapa 7 bulan? Menurut hemat bapak pengampu alasan 7 bulan ini dikarenakan masa kandungan 7 bulan ini adalah masa-masa yang berat. Untuk itu perlu diadakan sedekah agar kandungan terhindar dari bala.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika ada seseorang yang meminta kepada kita janganlah ditolak, sebisa mungkin diberi. Lebih parahnya lagi jangan sampai kita memarahi orang yang meminta atau bahkan mengusirnya. Sebisa mungkin kita memberi dengan smoot dan wajah cerah. Jika kita memarahi atau mengusirnya bisa menyebabkan bala, apalagi jika orang yang kita marahi atau kita usir ini merasa terdzolimi. Jika mereka terdzolimi dan mendoakan kita dengan bala maka besar kemungkinan bala menghampiri kita, sebab hakikatnya ada 2 doa yang paling mustajab  yakni doa orang yang terdzolimi kepada orang yang mendzolimi dan doa orang yang sedang didalam perjalanan.

Dalam bersedekah sebisa mungkin untuk tidak meminta imbalan kepada orang yang disedekahi, sebab dikhawatirkan dapat mengurangi pahala amal. Dalam sedekah bukan besar kecilnya sesuatu yang dinilai oleh Allah, akan tetapi seberapa besar pengorbanan yang kita lakukan dalam bersadaqoh tersebut.  bapak pengampu memberikan contoh kisah dimana uang 2 dirham lebih besar pahalanya dari 1000 dirham. Hal ini dikarenakan seseoarng yang  mempunyai uang 2 dirham menyedekahkan 1 dirham yang ia punyai untuk orang lain, sedangkan orang yang mempunyai 1000 dirham sebenarnya itu hanya sebagian kecil dari hartanya.

Sebagai penutup, dalam kitab ini disebutkan bahwa tak akan masuk surga seseorang yang berinfak, kecuali yang berinfak dengan sesuatu yang disukainya. Mau masuk surga?sudahkah kita berinfak dengan sesuatu yang kita sukai.

Tanya Jawab:

[box]Didik

Lebih baik mana antara shodaqoh terang-terangan dengan sembunyi-sembunyi karena shodaqoh terang-terangan juga dapat menyambung tali silaturahim?

Ust. Agus Zainal

Untuk zakat yang hukumnya wajib lebih baik diberikan langsung/terang-terangan, sedangkan untuk shodaqoh yang hukumnya sunah lebih baik sembunyi-sembunyi.[/box]

0 comments tags: